21- Lost and Found

92 6 0
                                        

Dia mengambil beberapa alat pemukul yang terdekat dengannya . Hanya untuk menjadi perlindungan buat sementara .

Bukan senang mahu keluar dalam neraka yang dah duduk selama tiga hari ni . Nasib masih boleh bertahan . Walaupun wajah kacaknya sudah di calar calarkan .

Dada Heeseung naik turun bernafas . Seperti sudah tidak tentu arah orangnya .

Dia cuba mencari pintu untuk dia lari pada tengah malam ini . Takut ke tak takut ini semua adalah paksaan yang dia perlu buat . Untuk kebebasan .

Heeseung sangat handal dalam bab bab lari rumah ni dalam masa 2 minit dah sampai ke destinasi dia nak menginap . 10 saat dia cari pintu keluar , akhirnya jumpa juga . Dia tersenyum kepuasan .

Perlahan dia membuka pintu dan lari dengan alatan pertahanan yang dia masih pegang .

" Nasib dia tak kunci pintu guna besi . " Heeseung lari meninggalkan rumah usang tersebut .

Jauh dari rumah usang itu Heeseung duduk di sebalik pokok yang redup . Walaupun gelap gelita dia tetap mahu berehat dan endahkan fikiran yang bukan bukan . Nafasnya berbunyi kuat .

Daun kesat panjang dia petik dan balut tangannya . Rambut dia diikat dengan getah bagi hilang rasa panas . Bajunya di buka perlahan . Kelihatan otot otot kuat yang dibina sudah lama .

Dia tersengih , gembira sudah terlepas dari seksaan . Badannya penuh dengan lebam . Kulit putih mulus menjadi ungu kehitaman. 

Dia hanya ada dua rancangan buat masa sekarang .

Pertama , cari rumah awam terdekat dan telefon Haesun . Kedua , cari jalan ke rumah Jake .

Dan dia akan cuba rancangan pertama .

-

Aku meregangkan badan dna otot sendi aku . Kalau tak regang boleh cramp , tak pasal pasal masuk wad lagi sekali. 

Jake yang masih terbaring tidur di atas sofa aku renung . Perlahan aku mengeluh dan bangun untuk bersihkan badan .

Hari ini makanan tak berapa sedap , bagi bubur tak dek perisa . Tahu lah sakit tak nak letak ajinamoto tapi letak lah garam ni macam makan nasi dengan- tak macam nasi je .

KRINGGG

Cepat aku menjawab panggilan tanpa melihat dari siapakah panggilan tersebut .

" Hello ? "

" Haesun . Ni Heeseung .

" Where are you Heeseung ? "

Elok aku duduk di atas katil terus berdiri . Gelabah mencari jaket untuk keluar .

" jangan risau aku selamat Haesun . Just want you to know that im okay and are you okay right now ? "

" Sangat okay "

Aku tergelak kecil apabila mendengar suara ketawa kecil dia .

" Haesun aku rindu kau . "

" Me too . Jangan lupa nanti datang lawat aku , cerita la apa terjadi . "

" Thank you sebab concern akan aku . Bye ! "

" Byee Hee . "

Sudah pastinya aku yang tutup call itu dulu . Bibir aku tersenyum lebar . Nasib dia dalam keadaan baik baik sahaja .

" Lebar betul senyum dapat cakap dengan Heeseung . " Kedengaran menyampah nada suaranya . Mata dia melirik ke arah aku menikam tajam sekali .

Jake duduk menegak dan melihat muka aku tanpa berkelip . Tiada perasaan hanya kosong di wajahnya. 

" Tak nak cerita ke macam mana boleh kenal Eunsoo ? " Terdetik pula soalan begitu . Ye , Jake juga sudah lama mengenali musuh ketat aku , Kang Eunsoo . Alang alang suasana tiba tiba diam , kita mengambil kesempatan yang ada . Aku duduk di atas katil aku semuka dan memandang mata dia .

Jake senyum nipis .

" Panjang ceritanya- "

" Pendekkan . " Laju aku membalas .

Si dia menelan air liur , dia tukarkan muka manis dia menjadi serious .

" Eunsoo adalah salah seorang yang pernah lakukan jenayah berat terhadap keluarga aku . "

" Jenayah apa ? "

" Membunuh seluruh keluarga pak cik aku . Termasuk pak cik aku sendiri.  "

Mata aku terbeliak luas . Apa yang pak cik Jake buat sampai Eunsoo membunuhnya . Bukan pak cik dia sorang tetapi seluruh keluarga dia . Termasuk isteri dan anak-anak nya lah kan ?

" Anak dia ada berapa orang ? "

" Enam . Termasuk golongan remaja hingga bayi . "

" Kenapa dia- "

" Itu masih menjadi salah satu soalan yang stuck kat dalam minda aku . Sebab aku sendiri tak tahu kenapa dia buat macam tu . Dendam ataupun saja mahu melepaskan kemarahan . Sebab , selepas satu bulan aku mengkaji Kang Eunsoo , ada banyak helah di sebalik apa yang dia buat . Masa silam yang sudah berlaku buatkan dia jadi sebegini . " Jake memegang dua belah bahu aku dan kemudian senyum .

" Dah sebab itulah aku tak mahu sembunyi dah . Aku nak lindungi kau dan diri aku tanpa bantuan sesiapa . Cukup duduk di bawah cangkerang yang keras dan tunjukkan diri aku yang sebenarnya . Aku nak orang lain tahu aku bukan orang lemah . Aku nak selamatkan kau , Aku nak jadi orang yang berguna . "

Setitik rasa terharu mendengar ayatnya .

" Maafkan aku sebab tak cuba untuk selamatkan kau , maafkan aku... "

Wajahnya makin lama makin dekat dengan wajah aku . Membunuh segala jarak , tepat memandang bibir aku . Mata aku perlahan tutup dan rela bibirnya mencium bibirku. 

"... Hera "

५ Another One - Sim JakeCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang