17- Professional

80 7 3
                                        

Tajam aku melihat Eunsoo yang tenang memegang tangan Jake yang terikat . Melihat keadaan Jake yang lemah dan penuh dengan luka di muka aku kecewa .

Perlahan aku menelan air liur . Menahan perasaan takut .

No , aku tak boleh takut . Aku patut ambil hak aku balik . Aku tak mahu hak aku berada di tangan kotor .

" Lambat betul , anyways i got your love " Eunsoo menggunakan suara usikannya . Saja mahu membuat Haesun naik angin .

" Aku akan bunuh kau . " Perlahan wanita itu mengeluarkan pisau yang berada di belakang poket seluarnya . Dia mahu Eunsoo mati di tangan nya . Di hadapan mata nya juga .

" Not that easy " Eunsoo perlahan melepaskan genggaman tangannya dengan Jake membuatkan lelaki itu jatuh terduduk . Dia terlalu lemah , makin lama darah di hidungnya perlahan jatuh.

" Shit , Jake . " Perlahan Haesun mengumam .

Seperti api di hatinya sedang semakin membarak dan membuak marah . Tajam dia memandang Eunsoo yang sinis tersenyum .

" Aku akan tunjuk dekat kau , how cruel i am . "

-

" Asal Heeseung tak jawab call . " Nada Sunghoon bertambah marah . Berapa kali sudah lelaki itu membuat panggilan tetapi satu pun tidak di angkat . Mahu tak marah .

Jihyo yang baru sahaja sampai dia laju mengambil gun N98 dan gun SCAR-L. 

" Jom . " Ajak dia sambil memandang Sunghoon yang masih berkerut keningnya menahan amarah .

" Dah call police ? Ambulance ? " Mereka berdua serentak masuk ke dalam kereta dan Jihyo pecut memandu .

" Yes , sudah . "

" Dah contact hee ? "

" Dia tak jawab . " Sunghoon laju masukkan beberapa peluru ke dalam N98 itu . Dia tersenyum melihat pistol yang berkilat dan cantik reka bentuknya .

" Aku call dia pun , dia tak jawab . Why eh ? "

" Aku tak tahu . Aku dah call Taehyun . Kemungkinan dia sudah sampai sebab tak lama rumah dia dengan rumah Jake . "

" Good , ada banyak lagi gun yang kau nak kat bonet kereta . Ambik dan bagi untuk Haesun and Taehyun . "

Sunghoon angguk membalas arahan Jihyo . Dia mengeluarkan telefonnya dan text isterinya di buka .

Im sorry darl . Tonight i can't
sleep with you .. saya ada kerja .

Sorry , good night sayang .

-

Apahal dia tangkas sangat . Bisik aku dalam hati . Gerakan Eunsoo yang tidak pernah putus asa untuk memukul dan menendang aku buatkan aku terpegun sebentar .

Namun aku akan tunjuk macam mana ayah aku treat aku dulu .

Aku menggunakan kaki untuk menendang bawah kakinya . Eunsoo terjatuh , sebelum dia sempat bangun , tangan aku pantas menumbuk belakangnya . Dia meringis kesakitan .

Well , that's not the end .

Apabila melihat Eunsoo dalam kesakitan , aku memegang kedua tangannya dan mengambil tali pengikat langsir .

Tetapi , sungguh licik gadis ini . Dia memusingkan lengannya supaya ikatan aku dilonggarkan .

Dia cepat menggulingkan badannya membuatkan aku terbaring jatuh . Badan belakang aku terasa sakit . Aku bangun dengan pantas supaya next step dia terhalang .

Aku memandang Eunsoo yang sedang bermain dengan pisau ... Pisau dari poket aku ?!

Shit .

Belum sempat Eunsoo mahu melangkah ke arah aku , aku senyum lebar dan pusing sebelum ke bawah menendang kakinya lagi sekali .

Kali ini , akibat pusingan aku itu rambut aku terkena pisau dan menyebabkan rambut aku yang panjang berubah pendek .

Satu persatu helaian rambut aku jatuh ke lantai licin rumah aku .

Aku terdiam .

Rambut panjang aku sudah menjadi pendek . Paras bahu aku .

That short ?

Peluh mula menitik membasahi pipi , dahi aku . Baju aku mula kelihatan basah . Dada aku turun naik mengambil nafas . Cuba mengambil nafas aku menutup mata tenang .

























































tut

tut

tut

tutttt

Mata aku lantas terbuka . Kepala aku mula berpusing . Peningnya ..

" Argh- " aku meringis kesakitan . Perlahan aku bangun dalam keadaan duduk .

" Haesun dah bangun ? " Aku memandang lama gerangan yang memicit perlahan tangan aku , mata dia kelihatan risau dan penuh dengan air yang bertakung melihat diri aku . Alus kening aku terjungkit .

" Siapa kau ? "  Tenang aku tanya mahu kepastian . Tiba tiba je aku bangun nampak lelaki yang entah mana datangnya .

" And why aku dekat hospital ni ? " Lagi satu persoalan yang aku mahu tahu .

" Kau lupa aku ke ? "

" Mungkin ? "

Aku mengemam bibir .. menahan gelak .

" Pfft- AHAHHAHAHHAHAH . " Melihat reaksi Jake yang masih terdiam dan seperti sudah hilang kata membuatkan aku makin tergelak sampai sakit perut .

Aduhai .

" Tapi betul lah , siapa kau ? "

५ Another One - Sim JakeCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang