•34•

23.4K 2.4K 222
                                        

Jauzan ngehisap rokok yang ada di selipan jari-jarinya, matanya mandang lurus ke depan dengan dingin. Nafasnya sedikit tak teratur karena ngerasa sesak di dadanya ditambah rokok yang dia hirup setelah minggu-minggu lalu Jauzan berhenti merokok. Sakit, pedih dan gak bisa berucap apa-apa itu yang dirasakan Jauzan saat ini.

Penjelasan dari cewek yang dia temui tadi benar-benar buat hati Jauzan ditusuk ribuan duri, lebay emang tapi memang gitu nyatanya perasaan yang dia alami sekarang ini. Kok bisa gitu ada seorang manusia yang tega bertindak kaya gini dengan tampang gak merasa bersalah setiap ketemu Jauzan.






"Gue kenal."

"Gue gak tau lo tau ini atau gak tapi gue punya feeling lo tau soal ini semua," kata Jauzan buat Nessa memantapkan diri kalo yang dimaksud Jauzan itu rahasia yang dia tau. "Ada hubungan apa mereka berdua?"

Nessa diam, tiba-tiba aja dirinya ragu untuk ngungkapin hal yang dia tau. Cewek itu natap Jauzan takut-takut buat Jauzan natap cewek itu dengan wajah sedikit ramah dan gak ada paksaan dari tatapannya walau Jauzan penasaran setengah mati untuk tau hal yang sebenarnya.

Nessa menarik nafasnya sebelum buka mulut, "Gue gak bisa kasih tau lo secara detailnya karena yanv tau secara detailnya itu Naren, tapi, gue bakalan kasih tau point pentingnya apa." mulut Nessa kembali tertutup. "Naren pacaran sama Aurora karena gak mau Naren gak mau Aurora nyoba suicide again."

"Maksud lo?"

"Kalo Aurora lakuin itu dan hal itu terjadi, lo pasti bakal marah sama Naren makanya Naren nurut sama perkataan Aurora supaya dia gak kehilangan lo."

"Sinting."

"Lo kalo mau tau detailnya kaya apa tanya Naren, gue bakal berusaha bujuk dia lagi semampu gue."

Jauzan mengacak rambutnya dan ngecampak rokoknya asal, obrolan dengan Nessa kembali hadir dalam otaknya. Sialan. Otak Naren sebodoh apa sampai punya pemikiran kalo cowok itu harus ngambil tindakan gila yang jelas-jelas itu nyakitin dua hati sekaligus, parahnya lagi Jauzan sama Aurora itu kakak adik loh kenapa Naren tega? Terus teteh juga anjing banget setega itu untuk ngajak Naren pacaran dan berlagak sok bunuh diri? Sumpah, Jauzan sebenarnya masih sulit mencerna penjelasan Nessa.

"Gua harus apa anjing?" lirih Jauzan ngerasa capek sendiri padahal dia gak ada ngapa-ngapain sedari tadi.

Lagipula Jauzan sudah pernah bilang kalau hatinya Naren tuh masih tertinggal di Aurora karena gak mungkin aja cowok itu bertindak kaya gini walau dipaksa sebegimanapun sama kakaknya itu. Gila sih Jauzan gak habis pikir sama cowok itu, Jauzan udah benar-benar jatuh sama dia tapi malah dikhianati kaya gini dan partnernya itu tetehnya sendiri? Jauzan salah apa sih sama semesta sampe disakitin separah ini? Kenapa Jauzan terus gitu yang diperlakukan dengan takdir yang gak adil?

Cowok itu menunduk dengan mata yang mulai memerah dan siap mengeluarkan air mata, gak lama Jauzan terisak pelan sambil tangannya mengepal menahan amarah. Jauzan ingin dicintai dengan layak, bukan kaya gini yang dia mau. Naren kenapa sejahat itu sama dia dengan alasan agar gak kehilangan Jauzan? Padahal dengan tindakan kaya gini Naren akan lebih kehilangan Jauzan.

"Gue mau pisah sama lo anjing," katanya dengan nada parau khas orang nangis.

"Gue mau pisah sama lo anjing," katanya dengan nada parau khas orang nangis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
OUR STORY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang