Sebelum baca Vote dulu yuk
Note* (Name) sama Levi disini udah jadi kapten ya, Erwin juga udah jadi Komandan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke lanjut ke cerita
DUA TAHUN SETELAH DISERANGNYA DISTRIK SHIGANSINA.
Pagi yg cerah, seorang gadis bersurai
(H/C) berjalan di koridor markas baru pasukan Pengintai. Ia berpapasan dengan beberapa prajurit yg kebetulan lewat.
"Ohayou, (Name) Heichou"
Ucap 2 orang prajurit sambil melakukan sikap hormat.
(Name) hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemudian kembali berjalan ke arah ruangan Erwin di lantai 2. Setelah sampai di ruangan komandan, (Name) mengetuk pintu. Setelah terdengar suara yg mengizinkannya untuk masuk, ia membuka pintu.
"Ohayou (Name), ada keperluan apa?" Tanya Erwin pada salah satu kapten di pasukan Pengintai. (Name) tersenyum.
"Ohayou juga Erwin san. Begini, langsung saja ke inti ya, Pelatihan Timur mengirim undangan agar perwakilan dari 3 divisi menghadiri acara pemilihan divisi kadet angkatan 98 besok, kupikir mungkin kau harus mempertimbangkan nya, " ucap (Name) sambil memberikan sebuah surat dengan cap bunga wisteria(Hana ngarang ya) kepada Erwin.
"Tahun ini sepertinya aku tidak bisa, mungkin kali ini kau sendiri saja, banyak laporan yg harus dikirim ke pusat dalam waktu dekat" Erwin menjelaskan dengan sedikit menyesal. (Name) kembali tersenyum.
"Omong omong (Name) kau tidak berniat membentuk regu? Sudah sekitar 1 bulan kau menjadi kapten, tapi belum ku dengar darimu kau ingin membentuk regu" tanya Erwin. Ya selama 1 satu bulan dan 1 ekspedisi, (name) hanya sendirian di posisinya saat ekspedisi.
"Bukan seperti itu Erwin, aku memang menunggu kadet angkatan 98 lulus, aku ingin merekrut 4 orang diantara mereka" jelas (Name) memberikan alasan mengapa selama sebulan ini dia tidak membentuk regu.
"Lagi pula Levi san juga belum membentuk regu bukan? Yaah ... Kau harusnya ingat bukan percakapan semalam dengan tuan Rall, orang tua salah satu kadet menyebalkan pelatihan selatan angkatan tahun ini, kurasa Levi san terpaksa menjaga bocah itu" tanya (Name) pada Erwin.
Flashback on semalam
(Name), Erwin Levi menghadiri undangan Tuan Rall, pengusaha besar di tiga dinding, di rumahnya.
"Jadi intinya kau ingin Levi san menjaga anakmu kemudian menjodohkan mereka, begitu?" Tukas (Name). Tuan Rall mengangguk.
"Maaf tuan Rall, tapi kami tidak bisa menerima permintaanmu, seorang prajurit harus bisa melindungi dirinya sendiri, bahkan kalaupun ia seorang prajurit wanita" tolak Erwin halus. Tuan Rall kesal. (Name) melirik wanita yg rencananya akan tuan Rall jodohkan dengan rekan sesama kaptennya, Levi. 'tidak meyakinkan' pikirnya.
"Tch, kalian harus ingat kalau aku tidak mendukung kalian, divisi kalian sudah lama bubar" sarkas Tuan Rall. (Name) sepertinya kesal, ia mulai memegang gagang katananya.
"Dan kau juga harus ingat tuan Rall, kalau bukan karena bantuan ayahku, perusahaanmu sudah lama hancur, jadi kalaupun kau tidak mendukung Pasukan Pengintai lagi, tidak masalah, toh keluargaku juga akan terus mendukung divisi ini" Tukas (Name) kesal.
"Tch, kau pikir kau siapa mengaku ngaku anak dari Tuan Hazuki? Huh!" Sambar Petra, putri semata wayang Tuan Rall.
"Aku (Name) Hazuki, putri sulung keluarga Hazuki, dan jaga bicaramu, kau sedang berbicara dengan seorang kapten pasukan pengintai " Balas (Name) sengit. Erwin dan Levi hanya bisa sweetdrop, pertama kalinya (Name) semarah ini. Mungkin tak terima mereka merendahkan pasukan pengintai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dragon Knight [SnK x OC]
FanfictionCerita pertarungan (Name) bersama Pasukan Pengintai dalam mengungkap rahasia di balik tembok besar yg mengurung umat manusia. Dengan seekor Naga yg entah sejak kapan ia kendalikan, (Name) akan melindungi semua orang yg ia sayangi. Seluruh cerita ini...
![Dragon Knight [SnK x OC]](https://img.wattpad.com/cover/311491642-64-k618507.jpg)