Markas Lama Pasukan Pengintai

379 37 5
                                        

SEBELUM BACA VOTE DULU YUK
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
OKE LANJUT KE CERITA

(Name) sedang berada diruangannya, sedang mengerjakan dokumen atas beradanya Eren di Pasukan Pengintai. (Name) menggerutu.

"Kenapa aku setujui sih, makin banyak kerjaan jadinya" Sejak selesai sarapan dan latihan singkat dengan regunya, (Name) berurusan dengan setumpuk dokumen pengurusan Eren.

"Enak saja Levi san angkat tangan langsung, dia enak di markas lama. Palingan lagi minum teh, sementara aku disini berurusan dengan setumpuk dokumen" (Name) menggerutu, Shiona yg membantunya sweetdrop. Biasanya sebanyak apapun dokumennya, (Name) tetap mengerjakannya.

"Heichou, istirahat saja dulu. Nanti kita lanjutkan lagi" Shiona memberi saran. (Name) mengangguk pasrah.

"Ya sudahlah. Kita lanjutkan setelah makan siang" (Name) meletakkan kepalanya diatas meja. Shiona berinisiatif membuatkan teh hangat untuk (Name).

"Shiona, dokumennya tersisa yg data kebutuhan regu saja kan?" (Name) bertanya sambil melihat dokumen yg tersisa. Shiona mengangguk.

"Ha'i, mungkin sore sudah selesai. Memangnya kenapa Heichou?" (Name) menimbang nimbang sebelum menjawab.

"Shiona, kesini sebentar" Shiona mendekat ke arah (Name). Ditangannya ada secangkir teh hangat untuk Kaptennya.

"Kau berasal dari distrik Calaness bukan?" Shiona mengangguk sekaligus bingung.

"Belum pernah ke dinding Maria sebelum menjadi kadet kan?" Shiona kembali mengangguk. (Name) menimbang nimbang kemudian mengangguk.

"Kau bisa menyimpan rahasia ini kan?" Shiona mengangguk.

"Menurutmu, siapa musuh kita sebenarnya?" Shiona berpikir. Kemudian menjawab.

"Sebelumnya saya berpikir kalau musuh kita hanya titan. Tapi diterobosnya dinding Maria dan Distrik Trost kemarin dan fakta bahwa ada manusia yg bisa menjadi titan, bisa jadi kalau musuh kita sekarang bukan hanya titan" (Name) tersenyum puas kemudian mengangguk. Shiona bertanya.

"Memangnya ada apa Heichou?" (Name) bukannya menjawab, ia berkata.

"Ikutlah rapat formasi nanti malam. Dan tolong rahasiakan pembicaraan kita dari yg lain. Terutama kadet 104 nanti" Shiona bingung namun mengangguk.

" Kau tidak berbohong kan?" Shiona menggeleng.

"Buat apa saya berbohong Heichou? Anda saja tidak pernah berbohong, jadi sudah seharusnya anggota regu meniru kaptennya" (Name) terkekeh. "Wakatta, wakatta"

'Ryuu, kau bisa mendeteksi kekuatan titan pada seseorang tidak?'

'* maaf (Name) sama, saya tidak bisa melakukannya sebelum kembali ke wujud asli saya. Untuk sementara, hanya hawanya saja yg bisa anda rasakan'*

'Wujud asli? jadi bentuk yg sering kau perlihatkan pada Erwin san dan yg lain bukan wujud aslimu?'

'* Wujud yg saya sering perlihatkan adalah bentuk pertama saya sebelum berevolusi, semenjak saya tersegel kembali, bentuk akhir mungkin sulit dicapai*'

'Souka... wakatta, daijobu Ryuu akan kuusahakan mendapatkan bentuk akhirmu kembali'

'* (Name) sama....'*

"Heichou, sudah waktunya makan siang" Shiona mengingatkan. (Name) menoleh kemudian mengangguk.

"Wakatta, ayo kita mengisi tenaga" ucap (Name) sambil meregangkan tubuhnya yg pegal karena duduk selama berjam jam di kursi. Sebelum pergi, ia menghabiskan teh yg dibuatkan Shiona tadi. Mereka pun ke luar ruangan.

Dragon Knight [SnK x OC]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang