Sebelum baca vote dulu yuk
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke lanjut ke cerita
Tak lama setelah Armin 'membuka' pintu ruang kerja (Name), regunya datang.
"Heichou, kudengar kita harus meninggalkan markas!" Seru Shiona panik.
(Name) mengangguk pelan, tanda ia memahami situasi saat ini.
"Izumi, Albert, Shiona persiapkan barang barang yg akan dibawa, termasuk katana, 3DMG, obat obatan, sarung tangan, juga mantel panjang, segera!" Ucap nya cepat. Ia juga mengambil beberapa dokumen penting, termasuk buku warisan keluarganya.
"Ha'i"
Regunya dan Armin pergi meninggalkan ruang kerja (Name). Setelah mengambil hal hal penting, ia membuka pintu kamarnya. Ia mengambil ransel(?) ekspedisi, dan membuka lemari. Ia mengambil celana gamblok, rok hitam selutut, hoodie putih, kemeja putih dan biru, juga sebuah mantel panjang berwarna abu abu. Dokumen penting ia masukan di posisi paling bawah. Tak lupa jaket berwarna coklat.
Setelah mengemas barang pribadi, ia mengambil tas pinggang kecil untuk membawa obat obatan. Tak lupa katana combat miliknya di pakai di pinggang.
Setelah selesai, ia melepas rompi coklat miliknya, menyisakan kemeja putih yg dihiasi bolo tie berwarna safir. Setelah itu, ia memakai 3DMG miliknya juga mantel panjang abu abu yg ia ambil tadi.
SKIP DI LAPANGAN BELAKANG.
(Name) tiba di lapangan bersama dengan anggota pasukan yg harus meninggalkan markas. Terlihat semuanya membawa tas ransel ekspedisi.
"(Name), Levi kupercayakan Historia kepada kalian. Pihak Kerajaan mulai mengincar nya, termasuk kau (Name). Mereka sudah tahu kau berhasil membangkitkan wujud asli dari Ryuu" ucap Erwin. (Name) dan Levi mengangguk.
Setelah sedikit pengarahan dari Erwin, (Name) beserta regunya, Levi, dan kadet 104 pergi ke daerah Utara.
"Tutupi wajah kalian dengan tudung mantel, kita tidak tahu musuh ada dimana" ucap Levi mengingatkan.
'Ryuu, pindah disekitar sini ada musuh atau tidak'
'*sejauh ini aman (Name) sama'*
'baiklah, terus pindah dan awasi'
'*ha'i'*
Kuda mereka terus berpacu kencang menuju daerah Utara. (Name) sendiri, membawa Kuro, kuda milik Yuki yg menganggur dikandang, kebetulan Hazel sakit.
Pada sore hari, mereka tiba di sebuah pondok terpencil. Ukurannya cukup besar. Mereka menambatkan kuda di hutan dekat sana agar tidak ketahuan.
Setelah menambatkan kuda, mereka berjalan menuju pondok itu. Levi maju lebih dahulu, ditangannya ada sebuah kunci.
"Markas lama kita masih layak pakai rupanya" ucap (Name).
"Yah, lumayan" jawab Levi singkat.
KRIEEET
Pintu terbuka, mereka pun masuk. Ruangan pertama adalah ruang tamu dan 2 ruangan yg sepertinya adalah kamar. Di ruangan berikutnya adalah ruang makan dan 2 kamar lagi.
"Mikasa, Sasha, Historia, Shiona ambil 1 kamar bersama. Harusnya ada ranjang susun didalam" ucap (Name) pada mereka.
"Jean, Eren, Connie, Albert, Izumi ambil kamar satunya, kalau kasurnya tidak cukup, nanti di ambilkan, harusnya dikamar depan ada"
"Dari pada itu, lebih baik bersih bersih terlebih dahulu, disini banyak debu" Ucap Levi nyeletuk tiba-tiba.
"Disini ada alatnya?" Tanya (Name) heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dragon Knight [SnK x OC]
FanfictionCerita pertarungan (Name) bersama Pasukan Pengintai dalam mengungkap rahasia di balik tembok besar yg mengurung umat manusia. Dengan seekor Naga yg entah sejak kapan ia kendalikan, (Name) akan melindungi semua orang yg ia sayangi. Seluruh cerita ini...
![Dragon Knight [SnK x OC]](https://img.wattpad.com/cover/311491642-64-k618507.jpg)