SEBELUM BACA VOTE DULU YUK
.
.
.
.
.
.
.
.
.
OKE LANJUT KE CERITA
"Heichou, tembok Rose telah diterobos!"
Sontak semua orang yg ada disana tersentak kaget termasuk (Name) sendiri yg jarang kaget.
"Baiklah, terima kasih atas informasinya Armin, cepat bersiaplah mungkin kita akan berperang lagi" Timpal (Name) atas perkataan Armin tadi.
"Ha'i"
(Name) turun dari tempat tidur yg ditempatinya. Dirinya mengambil jepit pita kesayangannya di nakas dekat kasur. Setelah menyisir rambutnya sebentar, jepit pitanya kembali tersemat di belakang kepalanya.
Hanya butuh waktu sekitar 5 menit bagi (Name) dan regunya untuk bersiap. Kini mereka berlima sudah rapih lengkap dengan 3DMG dan katana masing masing. Tak lupa, mantel khas Pasukan Pengintai dengan lambang sayap kebebasannya.
"Heichou, Erwin Danchou memanggil anda" Seorang prajurit menghampiri mereka begitu keluar dari ruangan tadi.
"Baiklah, terima kasih" ucap (Name) pada prajurit tersebut. Setelah membalas ucapan (Name) dan memberi hormat sebentar. prajurit tersebut langsung pergi sana.
"Kalian langsung ke lapangan, nanti aku menyusul" Ujar (Name) pada regunya.
"Baiklah" jawab Albert mewakili teman temannya. (Name) mengangguk kemudian pergi ke arah ruangan dimana Erwin berada kalau sedang ada di markas pusat.
Tak lama, (Name) sampai di depan ruangan Erwin.
Tok...tok...tok....
"Masuk!"
(Name) membuka pintu, terlihat Levi dengan baju santai dan Erwin yg duduk di meja kerjanya.
"Ada apa memanggilku, Erwin?" Tanya (Name) begitu ia masuk ke ruangan Erwin. Ia duduk di sofa yg ada dihadapan Levi.
"Sudah dengar beritanya?" Tanya Erwin
"Hm..." (Name) hanya membahas dengan deheman.
"Untuk mengulur waktu, kita akan ke distrik Ehrmich sambil menyusun rencana selanjutnya kalau diperlukan" jelas Erwin pada 2 bawahannya disana.
"Levi akan tetap di distrik Ehrmich mengawasi Pendeta Nick. Sementara kau (Name), kau akan memimpin pasukan ke dinding Rose dengan Hanji" Lanjut Erwin.
"Baiklah" Timpal (Name) atas penjelasan rencana Erwin.
"Ada apa denganmu brat? belakangan kau sangat sering pingsan" Tanya Levi seperti biasa, dengan sedikit teu ngalem.
"Yah, seperti biasa. Ingatan itu muncul disaat yg tidak tepat" Jawab (Name) sambil menepuk keningnya pelan.
"Kita bahas nanti, untuk sekarang ayo kita kebawah dan bersiap untuk pergi ke Distrik Ehrmich" Ucap Erwin final.
"Baiklah" Jawab (Name) singkat. Ia bangkit dari posisi duduknya dan keluar ruangan disusul Levi dan Erwin.
SKIP UDAH DILUAR.
"Heichou, kuda anda"
Begitu sampai di lapangan, (Name) disambut dengan regunya yg tampaknya menunggu dirinya. Izumi tampak memegang 2 tali kekang kuda, satu miliknya sendiri dan satunya lagi milik (Name). Yap siapa lagi kudanya kalau bukan Jea-- salah, maksudnya Hazel.
"Ha'i, Arigato" ucap (Name) saat menerima tali kelang kudanya.
Seluruh prajurit berbaris di depan gerbang. (Name) dan Regunya mengambil posisi di depan kereta kuda yg membawa trio Shigansina, Hanji, Levi dan Pendeta Nick.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dragon Knight [SnK x OC]
FanfictionCerita pertarungan (Name) bersama Pasukan Pengintai dalam mengungkap rahasia di balik tembok besar yg mengurung umat manusia. Dengan seekor Naga yg entah sejak kapan ia kendalikan, (Name) akan melindungi semua orang yg ia sayangi. Seluruh cerita ini...
![Dragon Knight [SnK x OC]](https://img.wattpad.com/cover/311491642-64-k618507.jpg)