Keputusan

200 18 11
                                        

Sebelum baca, ada baiknya vote dulu yuk
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

klek

"Bagaimana (Name)? kau sudah mengambil keputusan?" tanya Ayahnya begitu ia memasuki ruangan.

"Belum, aku masih memikirkannya" Jawab (Name) sambil duduk di sofa, berhadapan dengan Ibunya.

"Kupikir mengizinkan salah satunya ide yg cukup bagus" ucap (Name) menimbang nimbang.

"Satunya lagi tidak akan terima, (Name)" timpal Ibunya memberi saran.

"Itu yg aku pikirkan sedari tadi. Mengizinkan keduanya pun sedikit mustahil, Daiki adalah pewaris utama klan Hazuki. Sementara Haru, aku takut fisiknya tidak mendukung" ucap (Name) membalas ucapan Ibunya.

"Itu kan dulu, (Name)" Ucap Ayahnya menimpali.

"Entahlah, aku bingung" ucap (Name) menghela napas frustasi.

"Omong omong, Ayah baru melihat regu yg kau pimpin. Hanya ada 3 anggota? bukankah biasanya 4 atau 5 anggota?" Tanya Ayahnya mengalihkan pembicaraan.

"Yah, memang tadinya ada 4 orang, hanya... salah satu nya gugur di misi terakhir" balas (Name) sambil sedikit menunduk.

"Apakah itu salah satu alasanmu tidak mengizinkan mereka bergabung?" Tanya Ibunya menyelidik. (Name) mengangguk pelan sebagai jawaban.

"Kalau kau masih merasa bersalah karena kematian Sakura, kuatkan hatimu (Name). Bukan salahmu Sakura tiada di umurnya yg masih kecil, itu sudah resiko bagi klan Hazuki, yg dipercaya Kaisar untuk menjaga kekuatanmu sampai kau terlahir" Ucap Ayahnya menjelaskan.

Pikiran (Name) menerawang jauh. Setelah dipikir pikir, tidak ada salahnya mengizinkan kedua adiknya bergabung.

"Begitu ya, baiklah akan aku izinkan. Tidak salah juga mengizinkan mereka bergabung" Ucap (Name) final. Ayah dan Ibunya mengangguk mendengar keputusan (Name).

"Bagaimana keadaanmu di markas (Name)?" tanya Ibunya mengalihkan pembicaraan.

"Yaa begitulah, aku terkadang tidur larut malam untuk mengerjakan dokumen yg kadang sampai menumpuk di meja kerjaku" ucap (Name).

"Jangan terlalu sering tidur larut malam, (Name)" Ucap Ibunya saat mendengar (Name) sering begadang mengerjakan tugasnya.

"Yaa, mau bagaimana lagi? Pagi sampai siang aku sibuk latihan dengan prajurit lain, Sorenya berkumpul dengan reguku, malamnya kalau tidak rapat dengan Erwin, ya mengerjakan dokumen sampai larut malam" Ucap (Name) membeberkan jadwal hariannya.

"Yaa latihan tidak setiap hari juga, terkadang pembahasan ekspedisi kalau jadwalnya" lanjut (Name). Orang tuanya sampai terkejut mendengar jadwal harian (Name) yg terbilang cukup padat.

"Kau tidak lelah dengan jadwal sepadat itu, (Name)?" Tanya Ayahnya khawatir. (Name) menggeleng pelan.

"Terkadang juga lelah, tapi aku sudah terbiasa" ucap nya meyakinkan.

Kemudian, keheningan melanda ruangan tersebut. Mereka larut dalam pikirannya masing masing.

(Name) sendiri, masih frustasi dengan tugas yg harus ia selesaikan dalam 3 hari.

tok tok tok

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan (Name). Ia kembali memfokuskan pikirannya.

"Masuk"

Pintu terbuka, menampakkan 2 wajah yg sangat ia kenal. Haru dan Daiki pun masuk ke ruangan tersebut.

(Name) melihat jam yg sedari tadi ia pegang. Mereka tiba lebih cepat 5 menit.

Dragon Knight [SnK x OC]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang