BAB 10

197 9 0
                                        

Seminggu kemudian.

Keadaanku dan Al sudah lebih baik sejak dua hari yang lalu. Kami masih berada di London, namun kali ini agak berbeda . Dalam satu apar ini kami tidak berlima saja, tapi berenam. Zara, perempuan itu ikut. Dan dia mengambil kamar yang aku pakai. Mau tidak mau aku memakai kamar loteng, yang jauh lebih kecil dari kamar lain.

"Jalan yuk" ajak Al.

Aku menggeleng.

"Mau es krim?"

Aku menggeleng lagi.

"Kenapa sih?bete?"

Bagaimana ga bete kalau perempuan bernama Zara itu terus menerus mengikuti aku dan Al kemanapun kami pergi.

"Aku mau es krim" ucap Zara.

" Oke" balas Al.

PERASAAN YANG DITANYA CUMA GUE DOANG

NAPA TUH SI BOHAY IKUT IKUTAN

BELI SENDIRI SONO

Tanpa mengatakan apa- apa aku berjalan pergi. Masuk ke kamar dan mengunci pintu. Sebenarnya kamar loteng ini tidaklah terlalu buruk. Hanya saja... Kecil.

"Enaknya ngapain ya?" Aku berpikir pikir apa yang harus aku lakukan.

" Apa search cafe atau apalah gitu"

Aku membuka ponsel dan men-search cafe terdekat. Dan aku menemukan sebuah cafe dekat London Bridge.

Kupilih memakai dress saja. Dress pink mini dengan cardigan senada.

" Ivy buka pintunya" Al mengetuk pintu kamarku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" Ivy buka pintunya" Al mengetuk pintu kamarku.

Aku membukanya. Dia terkejut melihat penampilanku.

"Kemana?"

"Jalan"jawabku singkat.

"Wait, saya siap-siap dulu" Al bergegas turun tangga.

Ternyata dia hanya mengganti celananya dan memakai parfum. Dan tak lupa si bohay itu juga sudah siap.

PERASAAN GA ADA YANG NGAJAK LO BOHAY

UDAH KAYAK BODYGUARD AJA KEMANA-MANA IKUT

" Let's go" ucap Al.

Seperti biasa, Zara bergegas memegang pintu kursi sebelah supir. Aku yang dari awal tahu dia akan duduk di situ, hanya berjalan pelan.

NGAPAIN CEPET CEPET

GUE JUGA TAU KALI LO MAU DUDUK SITU

GA USAH SOK PALING CEPET

GUE AJA SENGAJA LAMBATIN TAU KELAKUAN LO

Aku melewati mobil Al. Tidak aku tidak akan naik mobil itu. Aku lebih memilih naik kendaraan lain ataupun berjalan kaki.

TAKE YOUR HEARTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang