BAB 5

237 12 0
                                        

Setelah Al tenang, kami kembali ke kamar inap mami. Mami sudah sadar. Ia mengelus kepala kedua anaknya.

"Om mau cuci muka dulu ga?"

Aku menanyakan hal itu karena wajah Al terlihat dia habis menangis. Setidaknya jika dia mencuci muka, akan sedikit berubah.

"Ayo" ajaknya.

Aku mengangguk dan menyamai langkahnya menuju kamar mandi. Aku menunggu di luar.

"Udah"

Kami berjalan kembali ke kamar inap mami. Dengan satu tarikan nafas, Al membuka pintu. Keenam mata sontak menoleh ke arah sumber suara. Melihat siapa yang datang, mami tersenyum . Ia merentangkan ke dua tangannya.
Al segera memeluk maminya.

" Maafin mami buat kamu ninggalin kerjaan"

Al menggeleng dalam pelukan.

" Engga kok mi" ucapnya.

Mami menatapku.

"Maaf mami ganggu waktu tidur kamu"

" Engga kok mi, Ivy juga tadi ga bisa tidur" jawabku.

" Ya sudah kalian pulang, mami bisa sendiri" mami melepas pelukannya dengan Al.

Kami berempat menggeleng. Mami tidak boleh ditinggal sendiri.

" Axe, kamu besok masih sekolah nak" ucap mami.

" Axe mau bolos aja mi"

Al dan Aly sontak menoyor kepala adik bungsu mereka.

" Lo udah terlalu sering bolos" ucap Al.

" Ih kak Al, ga usah bocor Napa" protesnya.

" Emang Lo pikir cuma kak Al doang yang tau, gue juga tau" ucap Aly.

" Axe ga boleh bolos lagi ya, mami ga suka" ucap mami dengan suara lemah .

" Kan Axe bolosnya gara-gara nemenin mami" ucapnya.

Mami mengelus kepala anak bungsunya itu.

" Habis ini, Axe fokus sekolah aja. Kejar cita-cita Axe. Mama bisa sendiri"

" Ga, mami ga boleh sendiri" ucap Al.

" Aly setuju, mami bisa minta tolong kak Al, Aly, atau Ivy" ucap Aly.

" Masa Axe ga dianggap sih kak" protes Axe atas perkataan kakaknya.

" Ga Lo masih bocil" ucap Aly cuek.

Mami tersenyum bahagia. Ketiga anaknya saling menyayangi satu sama lain. Walau sering adu mulut seperti saat ini.

" Ya sudah kamu antar Ivy pulang" suruh mami.

Al mengangguk dan mencium punggung tangan mami di susul aku.

" Ga usah Pake acara nginep kak" sindir Axe.

Aly menyetujui perkataan adiknya.

" Jangan sampe gua tiba-tiba punya ponakan"

Al mengacak-acak rambut kedua adiknya dengan kasar.

" Kerja sama belajar yang bener Lo berdua, mending otak nya diisi dengan hal bermutu"

" KAK AL!!!, ALY BARU KERAMAS, GA USAH BIKIN KUSUT LAGI DEH" Aly berusaha melepas yabgn kakaknya.

" Kak Aly cantikan kalo rambutnya kusut" ceplos Axe.

Tak terima, Aly ikut mengacak-acak rambut Axe lebih kasar daripada Al.

" MAMI, KAK AL SAMA KAK ALY NAKAL" adu Axe.

Mami hanya tertawa.

"Udah Al cukup. Kasian Ivy nungguin"

TAKE YOUR HEARTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang