BAB 11

180 7 0
                                        

Pagi pun tiba. Sinar matahari perlahan menyelinap dibalik jendela. Membuat aku terbangun. Hembusan nafas menyambut pagiku. Al masih tertidur dengan posisi menghadap ku.

Aku mengambil ponsel dan mengecek jam. Ternyata masih pukul enam pagi. Masih terlalu pagi untuk Al bangun.

Kalian pasti berpikir kenapa aku tidak keluar saja dari kamar ini. Semua ini karena pria di sebelahku mengunci pintu semalam dan menyembunyikan kuncinya. Jadilah aku tidak bisa kemana-mana.

" PAK AL... BANGUN PAK" Zara mengetuk pintu.

NGAPAIN SIH PAGI PAGI UDAH GANGGU

UDAH BAGUS AL NGUNCI KAMAR

KALO ENGGA LO UDAH MASUK SEMBARANGAN

Aku menepuk pelan pundak Al. Mencoba mem bsngunkannya.

"Om bangun....di cari Zara tuh "

"Udah biarin" jawabnya tanpa membuka mata.

" Itu lho di cari... Berisik tau"

"Biarin Ivy" Al melibgkarkan tangannya di pinggangku. Menempelkan kepalanya didadaku.

" Ih ngapain sih om" aku berusaha melepas lengannya.

"Biar anget"

"Anget gimana, ini aja musim panas om"

"Yang dingin sikap kamu"jawabnya.

Aku melirik ke bawah.

GA KEBALIK NIH?

BUKANNYA YANG DINGIN SITU YAK

"hm"

"Hm" dia mengikutiku.

" PAK AL... SAYA MAU SEBLAK" Zara masih mengetuk pintu.

GILAK LO

NYARI SEBLAK DI LONDON MANA ADA

KALO NGIDAM YANG BENER AJA DEH

TUNGGU...

NGIDAM ?

JANGAN BILANG...

"Zara hamil?"

Al mengangguk.

"Om yang

"Bukan.. bukan saya... Tapi Vern"

Aku membulatkan mata. Kenapa rumit banget.

"Terus?"

" Ya Zara belum ngasih tau Vern " ucapnya santai.

"TERUS??" desakku.

" Ya saya yang ngurus semua kebutuhan dia" Al mendongak.

Aku melepas kasar pelukan Al. Lalu duduk menghadap pria itu.

"GINI YA OM... DIMANA-MANA YANG HAMILIN YANG TANGGUNG JAWAB,INI KENAPA MALAH OM YANG TANGGUNG JAWAB"

"Karena Zara lupa ingatan"

"DIA LUPA INGATAN TERUS DIA TAHUNYA OM YANG NGEHAMILIN DIA... TERUS OM IYA AJA GITU?IYA? UDAH KAYAK DRAMA YA OM"

"Dia ga punya siapa-siapa Ivy" Al terduduk.

"OM BISA KAN BILANG KALI VERN ITU YANG NGEHAMILIN... DAH LAH OM SAYA CAPEK" aku beranjak berdiri.

" Kamu tolong ngertiin posisi saya, Vern dan Zara, Ivy" pintanya.

"Buka om" aku menunjuk pintu.

" Ivy"

"Buka om" ucapku lagi.

TAKE YOUR HEARTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang