Annyeong semuanya.
Gimana sama part sebelumnya.
Buat kalian semua jangan lupa vote dan coment yah, nanti kalau ada typo atau kesalahan tolong ingetin aku.
Pasti nanti ganti kalimatnya.
Kayaknya aku pengen ngerubah prolog nya, soalnya kurang masuk sama ceritanya.
Selamat membaca untuk semuanya.
|Happy reading|
Natha berdiri di depan kelas Kiran, menunggu perempuan itu keluar dari dalam sana. bel pertanda jam sudah berakhir dari lima menit yang lalu, tapi di karenakan kelas Kiran sedang mengadakan ulangan harian jadinya mereka lebih lambat keluar.
"Hai." sapa Natha saat melihat Kiran keluar dari kelasnya.
"Ngapain." Kata Kiran mengangkat alisnya bingung.
"Ngajak pulang bareng." Ujar Natha membuat Kiran menggeleng.
"Nggak usah gue sama Byanca" balas kiran membuat Natha menatapnya jengkel.
"Gue udah nungguin Lo lebih dari lima menit disini!" Natha berdiri tegak mehalangi jalan Kiran.
"Emang gue minta, nggak kan Yaudah" saat Kiran ingin pergi meninggalkan Natha tangannya di tarik menuju parkiran.
"Gue duluan" teriak Kiran kepada ketiga temannya yang menatap mereka berdua dengan gelengan kepala.
"Gue yakin kalau kak Leona liat, udah pasti Kiran di gangguin lagi" ujar Liora melihat kearah parkiran.
"Gue dengar dari kakak kelas lain dia emang gitu, suka ngebully orang yang dekat sama kak Natha." Ujar Alysa.
"Kalau udah obsesi yah gitu, semua yang ngehalangin jalannya buat dapat sesuatu yang dia mau bakal dia singkirkan." Kata Byanca membuat kedua temannya mengangukka kepalanya.
Mereka bertiga pergi meninggalkan koridor sekolah menuju parkiran untuk menaiki mobil Byanca untuk mengantarkan mereka pulang kerumah.
"Kak biarin gue pulang sama teman gue." Mohon Kiran kepada Natha yang tidak di hiraukan.
"Lo pergi sama gue, pulangnya juga harus sama gue." Ujar Natha tanpa bisa di bantah lagi.
"Buruan naik." Kiran terpaksa menaiki motor sport hitam itu.
"Kalau sampe gue di gangguin lagi sama singa betina itu, Lo harus tanggung jawab" ujar Kiran kesal.
"Nanti gue tanggung jawab, apa perlu gue nikahin." Kata Natha sambil tersenyum.
"Nggak banget gue nikah sama Lo" balas Kiran memutar matanya malas di sambut tawa oleh Natha.
Mereka berdua pergi meninggalkan area sekolah, dengan sepeda motor hitam itu. Bagi Natha berboncengan dengan Kiran merupakan waktu yang sangat menyenangkan baginya.
Sebanyak apapun wanita diluar sana Natha akan memilih Kirania sebagai kekasihnya, walaupun dia belum menembak Kiran dengan bener mungkin nanti akan melakukannya.
Natha memberhentikan motornya di tepi jalan di dekat orang banyak berjualan makanan, Seperti bakso, nasi goreng, bubur dan yang lainnya.
Kiran heran lalu berkata "ngapain berhenti."
"Mau makan" Natha turun dari motornya di ikuti Kiran di belakangnya dengan memajukan bibirnya.
"Pak nasi gorengnya dua sama es teh nya dua." Ujar Natha kepada pak jaya.
"Silahkan duduk dulu." Natha mengajak Kiran untuk duduk di kursi yang sudah sediakan.
"Udah lama masnya nggak kesini sama yang lainnya." Ujar pak jaya sambil membuatkan nasi goreng.
KAMU SEDANG MEMBACA
NATHA |ON GOING|
Teen FictionNatha satmaka gejendra adalah seorang ketua geng motor yang terkenal akan kebrutalannya saat dijalanan menghadapi musuh-musuhnya, dan obsesi menjadi sifat buruk yang ia miliki. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu yang ia sukai termasu...
