PART 20 : TAMAN BELAKANG

260 14 0
                                        

Hallo semuanya gimana sama cerita ini, jangan lupa komen dan beri aku masukan yah supaya aku bisa memperbaiki lagi.

Aku ngucapin terimakasih banyak buat kalian semua yang udah baca ini. Selamat membaca jangan bosan yah sama cerita aku.


|HAPPY READING|

Natha membantu Dareen membawa belanjaan masuk kedalam markas di ikuti oleh Kiran di belakangnya, saat masuk terlihat anak-anak Bruiser yang lain sibuk mempersiapkan bakar-bakar malam nanti.

Kiran berjalan menghampiri Daniel yang sibuk dengan membersihkan pemanggang. "Butuh bantuan nggak kak?" Ujar Kiran menawarkan bantuan saat melihat Daniel kesusahan membersihkannya.

"Butuh banget ini, siapa yang nolak bantuan dari cewek cantik" balas Daniel dengan kedipan matanya.

"Yah jadi malas gue nolongnya" ujar Kiran sambil mundur sedikit.

"Baperan banget neng, sama kayak pawangnya"

Kiran terkekeh mendengar ucapan Daniel. "Pawang apaan, pawang buaya kali" balas Kiran maju kedepan pemanggang untuk membersihkan debut yang menempel.

Daniel berseru heboh menjawab ucapan Kiran "karena itu, Natha kan buayanya" Kiran hanya geleng-geleng melihat kehebohan Daniel.

"Mending nggak usah bawa nama dia ntar muncul lagi" belum lama Kiran bilang begitu sekarang Natha sudah berdiri di samping Kiran melihat apa yang dilakukan perempuan itu bersama sahabatnya.

"Bener kata Lo Ki" bisik Daniel kepada Kiran tapi masih bisa di dengar jelas oleh Natha.

Natha menatap ke arah Kiran meminta jawaban dari apa yang di katakan Daniel tetapi Kiran hanya menaikan bahunya.

"Kok bisa kotor gini banget kak?"ujar Kiran sambil menunjuk pemanggang.

"Udah lama nggak di pake mangkanya kayak gini" balas Daniel, mereka berdua asik mengobrol tanpa memperdulikan adanya Natha disana. Natha seperti patung yang hanya berdiri memperhatikan apa yang dilakukan dua orang itu.

"Yes udah selesai, sekarang apa lagi yang harus dilakuin kak?" Kiran menatap Daniel menunggu jawaban, belum sempat Daniel menjawab tangan Kiran sudah di tarik oleh Natha menuju taman belakang markas.

"Lepasin, ngapain sih tarik gue kesini" Kiran menatap Natha kesal, dia kan masih mau melakukan sesuatu.

"Disini aja, berdua sama gue" Natha membawa Kiran ke sebuah kursi kayu.

"Nggak enak tau sama yang lain" Kiran mau berdiri meninggalkan Natha namun gagal karena tangganya di tahan untuk tidak pergi meninggalkan nya.

"Gue ketuanya disini" balas Natha menyandarkannya kepalanya di bahu kecil Kiran.

"Ya mangkanya itu, seharusnya ketua itu mencontohkan yang baik" ujar Kiran pelan, sebenarnya dia sudah tidak kuat jantungnya berdetak kencang, bisa-bisanya Natha santai meletakkan kepalanya di bahu Kiran.

"Bentar lima menit aja" Natha mengulurkan tangannya memeluk pinggang Kiran, menurut Natha memeluk Kiran sangat nyaman.

Wajah Kiran sudah memerah seperti kepiting rebus, cobaan apa lagi ini dia benar-benar tidak kuat dengan semua kelakuan Natha. Kiran pikir sejak kapan mereka bisa sedekat ini.

Lima menit sudah berlalu tapi Natha masih bertahan dengan posisinya, apakah dia tidak tau kalau Kiran sudah lelah menahan bobot badannya yang jauh lebih besar dari kiran.

"Kak bangun" Kiran yah gini kadang manggil Natha kak kadang kurang ajar nggak pake kak lebih sering kurang ajarnya sih.

Natha membuka matanya melepaskan tangannya dari pinggang ramping kiran. "Ayo" Natha mengulurkan tangannya lalu di sambut oleh Kiran.

NATHA |ON GOING|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang