Sebuah fanmade yang di dedikasikan untuk Macau dan sepenuhnya hanyalah karangan penulis. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada karya asli milik Daemihouse dan series yang telah tayang.
LGBT
bxb
don't like it? then leave
"Apa ada yang salah dengan pakaian saya khun Macau?"
"Tidak, hanya saja kau terlihat.. tampan."
Macau mengecilkan suaranya di ujung kalimat yang dia ucapkan, Noah terlihat tampan dengan kacamata dan kemeja putih dibalut blazer hitam yang dia gunakan.
"Kau mirip dengan hiia karena memakai kemeja itu."
"Saya rasa anda terlalu berlebihan, saya memang selalu seperti ini jika tidak bertugas."
"Tapi ini pertama kali aku melihatmu seperti itu."
"So? Anda ingin saya antar kemana hari ini?"
"Kau mau kemana? Aku akan ikut ke tempat yang kau mau, aku ingin tau kau suka tempat seperti apa."
"Anda mungkin tidak menyukainya tapi saya akan membawa anda kesana."
. . .
"Ini.."
"apa anda tidak nyaman? Kita bisa pergi jika anda tidak suka ditempat ini khab."
"No, tidak apa. Aku suka suasananya, tempat ini sangat sejuk aku suka."
"Tunggu sebentar disini khun Macau saya akan menyiapkan tempat untuk kita."
Macau mengangguk kemudian duduk disalah satu bangku taman dibawah pohon yang rindang disana menunggu Noah.
.
Noah menyiapkan semuanya sesuai dengan yang dia rencanakan, ini mungkin pertama kali Macau berjalan-jalan keluar setelah beberapa minggu terakhir.
"Nah selesai, bukankah ini terlihat bagus?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku harap khun Macau menyukainya."
Noah berjalan dengan tidak sabar kembali ke tempat Macau duduk menunggu, langkahnya tertahan saat melihat Macau mengobrol dengan seorang anak kecil yang duduk diatas kursi rodanya.
"Kau sudah umur berapa?"
"11 tahun phi, phi khab anda sedang apa disini sendirian?"
"Oh itu.."
Wajah Macau terlihat merona kemudian tersenyum lembut pada anak itu, tangan Macau mengusap pelan tangan anak itu.
"a-aku sedang menunggu kekasihku dia memintaku untuk menunggu nya sebentar disini."
"Wah, phi wajah anda terlihat sangat merah. Apakah dia sangat cantik?"
DEG
Mulut Macau mengatup saat mendengar pertanyaan anak itu, sang ibu yang melihat perubahan wajah Macau segera tertawa canggung dan mengucapkan kata pamit pada Macau membawa anaknya pergi dari sana.