Assalamualaikum
Hola prend, Cici si author ketjeh 🥵🤙 disini 😚, kangen gk nich?
Okey, sebelum baca alangkah baiknya jika vote dahulu karena itu berarti banget buat penulis kecil seperti saya biarpun kecil tapi saya imoet loh 🤗😘.
Gak mau banyak cincong markicus "mari kita capcussss 💨"
Happy reading 🌈
Keesokan harinya seusai shalat Subuh, Fariq yang masih setengah mengantuk berjalan keluar rumah untuk pergi mencari kafe terdekat lantaran perutnya yang lapar, setelah pulang dari pengajian Dara semalam
Ia langsung tidur tanpa mengkonsumsi sebiji nasi pun.
Sudah hampir setengah jam ia berkeliling, namun yang di jumpa sedari tadi hanya rumah makan biasa itu pun cuma tersedia kursi tidak ada meja nya.
"Anjir lah ini tempat apaan sih nyari kafe aja kek nyari jodoh," dumel Fariq kesal, keringat bercucuran membasahi dahinya. Dengan berat hati ia melangkah pelan memasuki satu warung kecil yang terlihat ramai pembeli.
Fariq menatap jijik beberapa pelanggan yang terlihat rakus menyantap makanannya tanpa sendok atau apapun hanya bermodalkan tangan.
Tak ingin berlarut, Fariq segera melihat menu yang tertempel pada lemari kaca. Membaca sebentar dan pilihannya jatuh di nasi uduk. Ia langsung memesan makanan tersebut.
Bulek (penjual) mengiyakan pesanan Fariq dan menyuruh lelaki itu menunggu di sebuah kursi.
Tak berselang lama, sebungkus nasi uduk sudah bertengger manis di genggaman Fariq.
"Berapa Bu?"
"dua puluh ribu aja mas kasep."
Fariq menyerahkan selembar uang berwarna hijau dan diterima bulek dengan senang hati.
"Terimakasih mas kasep."
"Sama sama."
Percakapan pun usai, Fariq melenggang pergi dari sana menuju rumah.
🚴🚴🚴
Sesampainya di rumah, Fariq bergegas mengambil piring, sendok tak kelupaan garpu. Mungkin sebagian orang berfikir ini ribet tapi
bagi pria bernama Athfariq hal ini di wajibkan karena ia telah tebiasa sejak bayi.
"Enak gak ya?"
Huftt
Huftt
Karena ragu Fariq mengendus endus nasi tersebut dan nyatanya wanginya enak plus menggugah selera.
"Gw nggak bisa berekspektasi banyak dengan nasi bungkus dua puluh ribuan."
Fariq membuka, menyendok sedikit nasi ditambah beberapa lauk di dalamnya, lalu langsung di masukkan kedalam mulut.
"Anjir enak!"
Seketika nafsu makan Fariq bertambah, ia melahap makanan itu hingga habis tak bersisa.
"Akhirnya kenyang juga."
Ia bergegas menuju kamar untuk bersiap ke perguruan babeh Iman.
Pakaian yang digunakan sederhana hanya kaos biasa dilengkapi celana kain selutut, itu semua atas perintah Abi nya untuk berpenampilan seadanya agar tidak ketara kalau Fariq orang berada.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAYBOY VS CEWE ALIM(On Going)
SpiritualBagaimana jika ada seorang laki laki konglomerat tiba tiba disuruh pindah ke desa dengan menyamar dan menjalani kehidupan serba sederhana? Ya semua itu di alami oleh Athfariq Adijaya, anak tunggal kaya raya dari keluarga Adijaya. Most wanted nya SM...
