pengajian

66 26 5
                                        

Assalamualaikum

Hola prend, Cici si author ketjeh 🥵🤙 disini 😚, kangen gk nich?

Dikarenakan cerita Shanum dah end jadi otomatis aku bakal fokus up ke cerita ini sama yang satunya.

Okey, sebelum baca alangkah baiknya jika vote dahulu karena itu berarti banget buat penulis kecil seperti saya biarpun kecil tapi saya imoet loh 🤗😘.

Gak mau banyak cincong markicus "mari kita capcussss 💨"

Happy reading 🍭

"Mau daftar?"

"Cenayang nih cenayang..." Batin Fariq ngawur.

"Iya babeh."

"Yasudah kamu langsung ikutan aja sama yang lain."

__________________

Rahang Fariq jatuh kebawah, semudah itu?!

"Harus sekarang banget beh?" tanya Fariq dengan nada malas, tubuhnya terasa sangat lelah. Bayangkan ya dia baru aja nyampe, udah disuruh latihan yang bener aja! Jangankan istrirahat, mandi saja Fariq belum.

Babeh Iman mendengus.
"Iyelah, kalo ada orang yang mau daftar ke babeh berarti fisik orang itu dah siap, jadi kenapa harus nunggu besok," jawab nya.

Fariq menyumpah serapahi kang Dedes karena menyuruh nya daftar cepat, kalo tau begini Fariq lebih memilih esok atau lusa.

"Fuck," umpat Fariq dalam hati.

"Siapa nama mu?"

"Fariq," jawab Fariq datar.

Kening babeh iman mengkerut, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Saya kayaknya gak pernah Nemu kamu dah."

"Ya emang, kan saya baru datang gimana sih."

Tuk!

Babeh iman menggetok kepala Fariq menggunakan tongkat kesayangannya hingga membuat sang empu meringis.

"Shhhh sakit beh, kenapa di getok sih pala saya, dikata pala saya nih tempat palu hakim apa!"

"Jaga ucapan Fariq, disini peraturan tegas kamu bisa di hukum," tegur babeh iman tanpa menanggapi ringisan murid barunya yang terkesan menyebalkan itu.

"Bodo," gumam Fariq pelan.

TOK!

TOK!

TOK!

"Anjing sakit beh," ceplos Fariq, ia spontan menutup mulutnya. Pantatnya berdenyut nyeri akibat getokan tongkat babeh iman yang tak main main.

"Bego Fariq bego ini mah namanya masuk ke kandang angsa," batinnya nyeleneh.

"Kandang buaya njir!" sanggah otak ngegas.

"Santai woy ngegas banget lu dari tadi gw liat liat," seru hati.

"Lo nya di bawa santai ngelunjak."

"DIEM!" Teriak jantung, membuat dua organ yang sedang adu debat kicep.

Babeh iman terkekeh.
"Kan saya dah bilang buat jaga ucapan, bandel sih rasain!"

Fariq menghela nafas berat.
"Beh besok ya saya baru nyampe ke desa ini masa dah disuruh latihan aja, badan saya cape banget," pinta Fariq memohon.

Babeh Iman sedikit kasian, ia dapat melihat raut wajah Fariq yang terlihat kelelahan.
"Iye dah iye besok, tapi kamu sore ini harus ikut pengajian Dara kalo nggak getokan tadi jadi lebih banyak dan ketas," putus babeh Iman mengancam.

PLAYBOY VS CEWE ALIM(On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang