Lisa terkejut begitu si pemilik suara kini mendekat kearahnya.
"kenapa apa kau tidak mau aku menjadi pasanganmu?" tanyanya
"ah maaf sunbae aku hanya terkejut saja" jawab lisa
Dia benar-benar terkejut sekarang. bagaimana bisa ada seorang senior yang justru malah menawarkan dirinya sendiri untuk menjadi pasangan juniornya. Padahal tugas untuk mencari pasangan ada tugas junior.
"pasti kau berfikir aku sangat memalukan. ya akupun sungguh berfikir seperti itu aku sangat memalukan sekarang. Oh ya panggil aku eonni saja"
"tidak eonni kau sungguh baik hati. aku seperti melihat seorang peri sekarang"
"hah apa yang barusan kau katakan lisa" ucap si senior wajahnya kini tersipu malu kulit putihnya kini merona merah.
"hah apa yang aku katakan tadi, apa aku mengatakan sesuatu?" tanya lisa balik. Lisa benar-benar kagum dengan sosok yang ada didepannya.
Dia fikir hanya chaeyoung yang mempunyai wujud seperti seorang peri dengan rambut blondenya. Tapi ternyata sosok berambut hitam panjang didepannya ini benar-benar unreal, wajahnya tidak cocok untuk hanya menjadi seorang manusia.
"apa kau tidak penasaran dengan namaku?"
Oh lisa selalu lupa menanyakan nama orang yang mengajaknya bicara.
"eonni sepertinya kita pernah bertemu" pertanyaan luda mengembalikan lisa kedunia nyata.
"ya akhirnya kalian mengingatku juga. Aku yang memberi tau kalian dimana ruangan ketua panitia berada"
"oh eonni ternyata itu kau. Pantas saja aku seperti tidak asing saat melihatmu" jawab lisa dia benar-benar mengingat bagaimana si seniornya itu menyuruh mereka untuk segera pulang setelah menyelesaikan hukumannya waktu itu.
"namaku bae irene ketua dari kelas beauty"
"nama yang cantik untuk spek bidadari sepertimu eonni aku kira beauty adalah panggilanmu"
Maha benar lisa dengan segala kegombalannya. Irene tersenyum mendengarnya.
"bagaimana denganmu apa kau sudah mendapatkan pasangan?" tanya irene pada luda
"belum eonni aku masih bingung harus mengajak siapa"
"tenang saja jika kau kesulitan aku akan membantumu mencarikannya okey"
~~~
Disisi lain seorang gadis sedang berjalan dikolidor kampus. Wajahnya sangat kesal sesekali dia menggerutu dengan sesuatu ditangannya.
"kenapa sulit sekali mencarinya, seharusnya ini mudah karena aku dan dia satu kelas dengan minat yang sama. Menyebalkan kemana lagi aku harus mencari orang itu"
Gadis itu menggulung kembali kertas yang ada ditangannya.
~~~
Jennie sedang berada didalam mobilnya menunggu lisa yang belum keluar juga padahal parkiran sudah hampir sepi.
Sampai akhirnya ada seseorang yang mengetuk kaca mobil jennie dari luar.
Jennie menyipitkan mata, lalu menurunkan kaca mobilnya.
"eum.. maaf sunbae boleh minta waktunya sebentar"
Jennie keluar dari mobil, ia berdiri di pintu dan memandang gadis didepannya dari atas sampai bawah. Lalu ia melihat dirinya dikaca spion. Jennie menaikan sebelah alisnya dengan tangan yang bersedekap didada.
Melihat jennie yang menatapnya Dengan tatapan bertanya. Gadis itu langsung mengerti apa yang harus dia lakukan.
"Su.. sunbae maukah menjadi pasanganku dikegiatan senioritas ini?"
Tidak mendengar jawaban dari jennie gadis inipun semakin gugup. Ia meruntuki Nasibnya, mengapa semua orang sangat menyukai senior didepannya ini termasuk dirinya. Padahal seniornya ini sungguh sangat menyeramkan sekarang.
"maaf aku tidak bermaksud lancang. Namun aku mendapatkan namamu dikertas yang aku pilih" gadis itu menyerahkan gulungan kertas yang terlihat lecek karena remasan tangannya akibat gugup.
Jennie melihat tanpa berniat untuk mengambilnya, namanya tertulis dikertas itu.
"siapa namamu?" tanya jennie datar
"eum.. Namaku ningning dari kelas fashion"
"apa yang akan kau lakukan untuk kegitan ini tulis rencanamu dan serahkan padaku"
"terimakasih sunbae, aku akan segera menulisnya. Sekali lagi terimakasih" ucap ningning membungkukan badannya.
Jennie segera masuk kedalam mobilnya kembali, mengetik sesuatu diponselnya dan menempelkannya ditelinga.
"yaak...! eonni apa yang kau lakukan"
"yaak... apa maksudmu jennie kim" teriak seseorang tak kalah keras. jennie sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.
"eonni kau memasukan namaku dikertas pilihan untuk kegiatan senioritas?" tanya jennie
"memangnya kenapa lagi pula kau juga belum dapat pasangan"
"tapi kenapa kau harus melakukan cara itu"
"demi apapun jennie jika kau lupa selain menjadi ketua panitia mahasiswa baru kau juga ketua kelas untuk kelas fashion. Dan kau sama sekali belum memberitahu kegiatan ini kepada anggota kelas kita"
"yaa... tapi kenapa harus menggunakan cara ini. Kita bisa membebaskan mereka untuk memilih siapa yang akan menjadi pasangan mereka. Chaheeee eonniii" ucap jennie tak terima
Entahlah perasaan jennie sangat kesal sekarang. Atas keputusan chahee salah satu senior tingkat akhir sama seperti jisoo, namun chahee berada dikelas yang sama dengan jennie yaitu kelas fashion.
"kelas kita menjadi kelas terakhir yang memberitahu anggotanya tentang kegiatan ini. Bahkan kelas vokal, mereka mengumumkan kegiatan ini Dijam pertama. Dan kenapa aku melakukan cara ini, kau tau. Kelas dance membebaskan anggotanya untuk memilih para senior.
Tapi ternyata anggotanya kesulitan karena semua senior yang mereka inginkan telah mempunyai pasangan. Aku sudah mengecek semua data senior yang belum memiliki pasangan dan hanya kelas kita saja yang anggotanya belum memiliki pasangan.
Dan jika aku membebaskan mereka untuk memilih senior. Mereka akan kesulitan jennieyaa... Sebab senior yang tersisa sudah sedikit. Ini hampir jam pulang, kau tidak melihat. anggota kita masih berkeliaran mencari para senior yang jelas-jelas sudah tertulis dikertas yang mereka dapatkan. Sedangkan besok mereka harus sudah mendapatkan pasangannya" jelas chahee panjang lebar.
"baiklah eonni aku minta maaf, aku benar-benar lupa untuk memberi tahu anggota kelas kita. Dan terimakasih sudah menggantikan tugasku"
"ya aku hanya ingin mereka segera mendapatkan pasangan. cara ini memudahkan mereka apalagi waktu mereka sangat sedikit hanya 40 menit dibandingkan yang lainnya"
Jennie menutup panggilannya, kini fikiran jennie tertuju pada adik kandungnya lisa. dia belum bertemu lisa seharian ini.
"kelas dance membebaskan anggotanya untuk memilih pasangan senior mereka. Lalu kenapa lisa tidak memintaku untuk menjadi pasangannya. Apa dia malu setelah semua orang dikampus mengetahui bahwa aku adalah eonninya. Lisaya kau malu mempunyai eonni yang cantik dan seksi ini. Kau ingin kita menjadi orang asing dan saling tidak mengenal ketika dikampus. Arrghh!"
Jennie melempar ponsel kesamping kursi pengemudi, la menenggelamkan wajahnya di stir mobil.
Jennie mengambil ponselnya kembali. ia menelpon lisa untuk kesekian kalinya namun tidak ada jawaban sama sekali dari lisa. Jennie menyalakan mobilnya melesat keluar dari parkiran kampus yang kini mulai kosong.
Tinggallah jennie dengan segala overthinkingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSESIF SISTER
Short StoryPOSESIF SISTER jennie dan lisa sering ditinggalkan orangtuanya untuk perjalanan bisnis. Lisa si jahil, sedikit tomboy dan friendly kadang membuat jennie cemburu dengan teman-teman lisa. Kenapa lisa tidak mau menunjukan rasa sayangnya kepada jenni...
