Happy Reading...
Ruby adalah gadis yang baru saja lulus S1, saat ini umurnya baru menginjak 22 tahun. Saat kuliah ia mengambil jurusan management karena ayahnya berencana mewariskan perusahaan kepada Ruby yang merupakan anak satu-satunya.
Setelah pertunangannya yang gagal, ayahnya memang sangat kecewa padanya karena perbuatan Ruby yang membuat malu keluarga, untungnya keluarga Rey tak memutuskan kerja sama dengan perusahaan.
Seminggu sudah berlalu sejak kejadian dimana Rey membatalkan pertunangan mereka.
Pagi ini Ruby bergabung dengan ayah dan ibunya yang sedang sarapan di meja makan.
"Ruby, hari ini ayah dan ibu akan berangkat ke Singapore." Ujar ayahnya.
Ruby mendongak menatap ke arah kedua orang tuanya.
"Ada pertemuan di sana, sekalian ayah mau mengontrol perusahaan yang ada di sana." Lanjut ayahnya.
"Oh." Ucap Ruby singkat.
"Besok ada rapat dengan Rey, ayah minta kamu buat gantiin ayah, kamu akan di temani oleh sekretaris ayah." Jelas Ayahnya.
Ruby terdiam mendengar penuturan ayahnya, kenapa juga harus rapat dengan Rey. Namun ia tidak mungkin membantah perintah ayahnya.
"Iya." Jawab Ruby sekali lagi dengan singkat. Walau dalam hatinya sebenarnya Ruby merasa dongkol, semenjak kejadian minggu lalu ia menjadi malas untuk berurusan dengan Rey.
"Ya udah kamu lanjut sarapan, ayah sama ibu mau siap-siap dulu."
Setelah mengucapkan itu ayah dan ibunya beranjak meninggalkan ruang makan.
⚫⚫⚫
Keesokan harinya, seperti yang ayahnya bilang hari ini ia akan mengadakan rapat dengan Rey, sekertaris ayahnya yang bernama Bagas sudah memberitahu Ruby kalau rapatnya diadakan di sebuah restoran.
Bagas berjalan tepat di belakang Ruby saat memasuki restoran, Ruby memasuki ruangan vip di restoran itu yang tampak kosong, sepertinya dia duluan datang daripada Rey.
"Kau sudah menghubungi sekertaris Rey?" Tanya Ruby pada Bagas sembari mendudukkan dirinya di salah satu kursi.
"Iya, mereka akan tiba sebentar lagi." Jawab bagas yang kini sibuk memeriksa pesan pada ponselnya.
Ruby tidak bersuara lagi, gadis itu memutuskan membuka tabletnya guna memeriksa file-file yang diperlukan untuk rapat kali ini.
Tak berapa lama suara pintu ruangan vip tersebut terdengar terbuka. Ruby yang sejak tadi sibuk pada tabletnya lalu mengarahkan pandangannya pada orang yang baru datang itu, ia sudah mempersiapkan dirinya untuk bertemu Rey dengan cara profesional.
Namun kedua mata Ruby yang dihiasi eyeliner tipis itu seketika membola seakan tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
"Maaf saya terlambat." Ucap orang itu sedikit membungkuk merasa bersalah.
Pandangan Ruby tak lepas mengarah pada pergerakan orang yang berjalan memasuki ruangan tersebut.
"Iya, tidak apa-apa, silahkan duduk." Bukan Ruby yang menjawab melainkan Bagas lalu mempersilahkannya untuk ikut duduk.
Orang itu duduk tepat di depan Ruby, sedangkan Bagas duduk di samping Ruby.
"Maaf, pak Rey berhalangan hadir jadi saya selaku sekretarisnya menggantikannya pada rapat kali ini."
Tangan Ruby terkepal mendengar kalimat dari orang yang duduk di depannya itu, bukan kalimatnya yang membuat mood Ruby berubah melainkan orang tersebut yang ternyata adalah Alby.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUBY & ALBY [ON GOING]
RomanceBerawal dari Ruby yang dijebak oleh Rey tunangannya dengan meminta bantuan Alby yang merupakan mantan kekasih Ruby untuk membatalkan perjodohan antara Ruby dan Rey. Ini adalah kisah Ruby dan Alby dimana Ruby akan membalas Alby untuk menjebaknya kemb...
![RUBY & ALBY [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/317114324-64-k90197.jpg)