22. Baby

1.4K 27 0
                                        

Happy Reading...

Malam ini Ruby tidur dengan gelisah, perutnya rasanya kram tapi tidak lama kramnya hilang namun beberapa saat kemudian kramnya datang lagi.

Ruby menoleh ke samping melihat Alby yang tertidur pulas, ia ingin membangunkannya namun ia urungkan.

Ruby tidak tau kenapa perutnya sakit, apakah ia akan melahirkan tapi kenapa sakitnya sebentar-sebentar hilang.

Sampai menjelang pagi Ruby tidak bisa tidur nyenyak, saat Alby bangun barulah Ruby memberitahu keadaannya pada suaminya itu.

"By, perut aku sakit." Ujar Ruby.

"Hah? Kamu udah mau melahirkan?" Tanya Alby khawatir bercampur bingung karena masih mengumpulkan nyawanya.

"Nggak tau, tapi kadang sakit kadang sakitnya hilang."

"Maksudnya gimana? Aku nggak ngerti." Bingung Alby.

"Aku juga nggak ngerti." Sahut Ruby.

"Ya udah biar aku telfon mama dulu."

Alby meraih hpnya di atas nakas lalu segera mencari kontak ibunya, dengan cepat ia menghubungi nomor ibunya itu.

"Halo."

"Halo, kenapa Alby?"

"Ma, perut Ruby sakit."

"Sakit kenapa? Udah mau lahiran?"

"Nggak tau, katanya kadang sakit kadang hilang sakitnya."

"Oh, itu udah mau lahiran, cepetan kamu bawa istri kamu ke rumah sakit, nanti mama sama papa kamu nyusul."

"Iya ma."

Alby mematikan ponselnya lalu segera bangkit dari tempat tidur.

"Kata mama, kamu udah mau lahiran." Ujar Alby pada Ruby.

Mengetahui Ruby yang akan melahirkan membuat Alby merasa panik, dan ia semakin panik saat melihat Ruby yang terlihat menahan sakit.

"Kita akan ke rumah sakit." Kata Alby lalu segera berganti pakaian.

Setelah selesai, Alby membantu Ruby untuk berjalan keluar menuju mobil.

Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit terdekat, saat ini Ruby sudah berada di ruang persalinan.

Seorang bidan yang sedang menagani Ruby tampak memakai sarung tangan lalu memeriksa jalan lahir menggukan tangannya.

"Baru pembukaan tiga, kita harus menunggu sampai pembukaan sepuluh."

"Tapi ini sakit sekali." Ujar Ruby tak tahan dengan rasa sakitnya.

"Iya memang sakit ibu, apalagi ini pengalaman pertama ibu, saya sarankan ibu agar jalan-jalan ringan agar bisa cepat pembukaannya." Saran ibu bidan.

"Tapi aku nggak sanggup berdiri."

"Harus disanggupin bu, biar bisa cepat proses lahirannya."

Ruby menggeleng lemah, sementara Alby mencoba menyemangati istrinya itu dengan memegang erat tangan Ruby yang tenggenggam erat telapak tangannya.

"Aduhh sakit!!" Erang Ruby kala sakit itu kembali menyerangnya dan terasa semakin kuat dari waktu ke waktu.

Ruby menggeliat dengan menahan sakit yang luar biasa.

"Ibu, jangan rubah posisi ya, ibu harus tetap miring ke kiri agar posisi bayinya tidak berubah."

Apa lagi itu? Ruby tidak sanggup, badannya pegal dan sakit di perutnya membuatnya menggerakkan badannya menjadi terlentang namun mendengar larangan bidan barusan membuatnya mau tak mau harus kembali miring ke kiri.

RUBY & ALBY [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang