04. Pacar Alby

1K 32 0
                                        

Happy Reading...

Ruby menepikan mobilnya tak jauh dari mobil Alby yang terparkir di depan sana. Ruby terdiam memperhatikan Alby yang beranjak turun dari mobilnya lalu menghampiri seorang gadis yang berdiri di pinggir jalan di depan sebuah hotel. Sepertinya gadis itu bekerja di hotel tersebut dan baru pulang kerja.

Ruby masih mengamati Alby yang menggandeng pergelangan tangan gadis itu untuk memasuki kursi penumpang tepat di samping kemudi. Tak lupa juga Alby membukakan pintu untuk gadis itu tadi.

Setelah mobil Alby melaju pergi, Ruby ikut menjalankan mesin mobilnya lalu berbalik arah untuk pulang, ia sudah selesai mengikuti Alby setidaknya ia sudah tau bagaimana rupa pacar Alby tersebut dan dimana gadis itu bekerja.

Ruby akan memikirkan rencana selanjutnya untuk menjebak Alby.

⚫⚫⚫

Alby menghentikan laju mobilnya tepat di depan pagar sebuah rumah.

Gadis yang duduk di sampingnya itu lalu melepaskan sabuk pengamannya dan bersiap untuk turun.

"Sayang." Ucap Gadis itu sebelum turun.

"Iya?" Jawab Alby.

"Aku mau ngomong sesuatu." Ucap gadis itu lagi.

"Ya udah ngomong aja."

"Orang tua aku udah nanyain aku terus kapan kamu ke rumah buat lamar aku?" Jelas gadis itu.

"Kamu sabar dulu ya, akhir-akhir ini pekerjaan aku lagi banyak banget." Kata Alby sambil menatap gadis itu dengan lekat.

"Tapi kapan?"

"Aku janji gak lama lagi kok." Lanjut Alby mencoba meyakinkannya

"Ya udah aku masuk dulu, kamu gak mau mampir?" Tanya gadis itu.

"Lain kali aja, aku cape banget abis meeting mau langsung pulang istirahat aja."

"Ya udah kamu hati-hati ya di jalan."

"Iya." Jawab Alby sambil mengelus pucuk kepala gadisnya itu.

Setelah gadis itu turun dan masuk ke rumahnya, Alby langsung menjalankan mobilnya untuk pulang.

Diperjalanan Alby mulai memikirkan ucapan gadisnya tadi, ia tidak bohong kalau pekerjaannya akhir-akhir ini memang banyak terlebih Rey mempercayakannya untuk mengurus kerja sama dengan perusahaan milik ayahnya Ruby.

Alby juga tidak bohong jika ia juga sudah lama berencana untuk segera melamar gadisnya itu. Iya, gadis bernama Miya itu adalah gadis yang sudah menemaninya saat ia masih kuliah dulu hingga sekarang Alby sudah bekerja di perusahaan besar milik keluarga Rey.

Miya adalah gadis yang menjadi pacarnya saat ia memutuskan untuk berpaling dari Ruby dulu, dulu saat ia sadar jika dirinya dan Ruby tidak akan bisa bersatu.

Awalnya memang hanya untuk pelampiasan namun seiring berjalannya waktu akhirnya Alby bisa move on dari Ruby berkat sifat Miya yang apa adanya dan juga bisa menerima dirinya apa adanya pula.

Pertemuan Alby dengan Ruby beberapa waktu ini memang agak mengusik pikiran laki-laki itu, namun Alby berusaha meyakinkan dirinya jika ia tidak akan pernah meninggalkan Miya, gadis itu terlalu baik untuk ia sakiti.

⚫⚫⚫

Ruby berjalan keluar dari kamar mandi sembari membungkus rambutnya yang basah sehabis keramas dengan handuk putih lalu mendudukkan tubuhnya pada pinggiran tempat tidurnya setelah itu ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas.

Ruby berniat menstalk akun media sosial Alby guna melancarkan rencananya untuk balas menjebak Alby nanti.

Ruby segera masuk ke pengaturan blokir pada akunnya lalu membatalkan blokirannya pada akun media sosial Alby yang sudah lama terblokir sejak mereka putus tiga tahun silam.

Tidak ada niatan Ruby untuk kembali memfollow akun laki-laki itu, ia hanya berniat mengetahui siapa nama pacar Alby sekarang.

Setelah beberapa lama ia menscroll di akun Alby tersebut akhirnya Ruby mengetahui pacar Alby sekarang bernama Miya Aulia. Ada beberapa foto yang Alby posting bersama gadisnya itu dan tak lupa Alby mentag akun Miya tersebut.

Ruby tertawa miring melihat beberapa foto kebersamaan pasangan tersebut ternyata Miya adalah gadis yang pernah ia pergoki bersama Alby di cafe dulu dimana saat itu juga Alby memutuskan hubungan mereka.

Rasa dendam Ruby semakin terasa berkobar untuk menghancurkan hubungan mereka. Sebenarnya Ruby juga tidak peduli dengan hubungan mereka jika saja bukan Alby duluan yang kembali mengusik hidupnya. Andaikan Alby tidak ikut bekerja sama dengan Rey untuk menjebaknya waktu itu, Ruby juga tidak peduli dengan kehidupan Alby lagi namun karena Alby ikut terlibat untuk menjebaknya dan mengetahui hidup Alby ternyata sudah bahagia di atas kekecewaannya dulu ia bertekad untuk membalas semua perbuatan Alby padanya.

Setelah mengetahui nama kekasih Alby tersebut dan dimana gadis itu bekerja Ruby sudah memikirkan rencana apa yang akan ia lakukan nanti.

Ruby menarik senyum menyeringainya saat membayangkan rencananya nanti.

"Lihat saja, Alby. Aku akan membuatmu menyesal telah mengusik hidupku lagi."

⚫⚫⚫

Alby memasuki rumahnya dengan raut wajah lelahnya, Alby tidak bohong jika ia benar-benar cape hari ini setelah seharian bekerja.

Saat ia menginjakkan kakinya di ruang tamu, Alby dapat melihat keluarganya berkumpul di sana.

"Om Alby udah pulang." Ucap seorang bocah laki-laki berumur lima tahun yang tadi asik bermain di karpet depan tv dengan mainan robot dan mobil-mobilnya.

Bocah laki-laki tersebut adalah keponakannya dari pernikahan kakak laki-lakinya.

Alby baru ingat jika besok adalah weekend pantas saja kakaknya yang bernama Arfi memboyong anak dan istrinya untuk bermalam di rumah orang tuanya.

Mendengar nama Alby disebut sontak saja yang lain langsung mengarahkan pandangannya pada Alby.

"Kamu udah makan, Alby?" Tanya ibunya dengan perhatian.

"Udah kok mah. Tadi ada meeting sekalian makan malam." Jawab Alby.

"Makanya cepetan kawinin si Miya biar kalau pulang kerja ada yang ngurusin. Kasian mamah kalau harus ngurusin kamu terus." Celetuk Arfi.

"Apaan sih kak." Sewot Alby.

"Loh betul kata kakak kamu Alby, mamah juga udah pengen banget liat kamu cepet menikah udah gak sabar pengen gendong cucu dari kamu. Iya kan pah." Kata ibunya sembari meminta pendapat suaminya.

"Iya." Sahut ayahnya singkat.

"Kakak juga udah kangen banget sama Miya, udah lama kamu gak bawa dia main ke rumah." Celetuk Nisa kakak iparnya.

"Iya nanti kalau kerjaan aku udah gak terlalu banyak aku ajak Miya main kesini." Kata Alby

"Kok main doang, dilamarnya kapan?" Celetuk Arfi lagi.

"Nanti juga ada waktunya kok, udah deh aku mau ke kamar dulu mau mandi." Kata Alby lalu beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya.

Tanpa diingatkan pun Alby juga akan segera melamar Miya, ia tinggal menunggu kerjaannya agak longgar sedikit agar bisa meminta cuti pada Rey untuk segera meminang kekasih hatinya itu.

Bersambung...

RUBY & ALBY [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang