05. Balas menjebak

1.3K 43 1
                                        

Happy Reading...

Hampir satu bulan setelah Ruby bertemu Alby saat meeting waktu itu, hari ini mereka akan mengadakan rapat kedua.

Kali ini Ruby yang menentukan lokasi meetingnya karena ia akan menghadiri meeting itu seorang diri tanpa sosok Bagas karena sekretaris ayahnya itu harus menemani ayah Ruby yang sudah balik dari singapore untuk rapat dengan orang penting lainnya.

Ruby hanya memesan tempat di sebuah cafe mengingat waktu sudah menunjukkan lewat jam makan siang. Kali ini Ruby sampai duluan seperti pertemuan yang pertama, Ruby tidak tau mengapa Alby selalu tidak tepat waktu.

Iya, Ruby tau jika hanya Alby lah yang akan datang, tidak akan ada sosok Rey karena Bagas sudah memberitahunya jika Rey ternyata sudah mempercayakan kerjasama perusahaan mereka pada Alby.

Tidak masalah bagi Ruby justru hal tersebut malah menguntungkan Ruby yang hari ini akan memulai rencananya untuk balas menjebak Alby.

Sebelum Alby datang Ruby sudah memesan minuman untuk mereka berdua, tak lupa pula Ruby menyuruh pelayan untuk memasukkan sesuatu ke minuman Alby. Ini adalah langkah awal untuk menjalankan rencananya.

Ruby memainkan ponselnya sembari menunggu kedatangan Alby. Hingga tak berapa lama laki-laki itu akhirnya datang. Ruby segera mendongak menatap Alby yang kini duduk di depannya tanpa dipersilahkan terlebih dahulu. Tidak apa-apa, tidak perlu memusingkan tingkah tidak sopan laki-laki tersebut.

"Minum dulu, mungkin kamu haus." Ucap Ruby berbasa basi.

Alby menatap minuman di hadapannya dengan kening mengernyit.

"Nanti saja, saya belum haus. Lebih baik kita mulai rapatnya sekarang agar bisa selesai lebih cepat." Jawab Alby dingin.

Alby berusaha untuk bersikap profesional, sementara Ruby hanya memutar bola matanya dengan malas.

Alby sibuk menjelaskan masalah kerja sama perusahaan sementara Ruby sesekali sibuk memperhatikan jam tangannya, waktu sudah berjalan lewat 15 menit namun Alby tak menyentuh minumannya sama sekali.

Ruby menggigit bibir bawahnya merasa frustasi, bagaimana kalau Alby tak menyentuh minumannya sama sekali, rencana Ruby bisa gagal.

"Saya rasa rapatnya selesai sampai disini." Ujar Alby

Ruby mendongak dengan cepat merasa kaget. Kenapa cepat sekali.

"Hah?" Ruby masih kebingungan lalu mengecek jam tangannya ternyata sudah setengah jam berlalu.

"Kamu sepertinya kurang fokus pada penjelasan saya. Lain kali saja kita lanjutkan." Lanjut Alby.

Ruby terdiam, pikirannya hanya tertuju pada rencananya yang mungkin gagal karena Alby tak menyentuh sama sekali minumannya sampai detik ini.

Ruby menghela nafas pasrah namun detik berikutnya kedua bola matanya sedikit membola tatkala melihat Alby mengangkat gelas minumannya lalu meneguknya habis.

Ruby segera mengatur raut wajahnya agar tak menimbulkan kecurigaan Alby.

Saat Alby membereskan barangnya di atas meja, pergerakan laki-laki itu tak luput dari tatapan Ruby, Ruby yakin obat tidur yang sudah dicampur ke dalam minuman Alby tadi tidak lama lagi akan bereaksi.

Betul dugaan Ruby, saat Alby akan beranjak tiba-tiba laki-laki itu memegang kepalanya dan terlihat linglung, sesaat sebelum Alby benar-benar tak sadarkan diri Ruby langsung menahan bobot tubuh Alby agar tak ambruk ke lantai.

Tak berapa lama dua orang suruhan Ruby datang menghampiri lalu mengambil alih tubuh Alby dan mengangkatnya menuju mobil.

⚫⚫⚫

RUBY & ALBY [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang