Happy Reading....
Setelah selesai dengan aktivitasnya,biwa pun langsung menghampiri sisi yang duduk bersandar diranjang. Biwa pun langsung berbaring berbantal paha sisi,dengan lembut sisi mengelus rambut biwa.
"Badan aku pegel pegel semua bey" ucap biwa menatap sisi
"Mau aku pijitin?hm?" Tanya sisi
"Gak usah deh,nanti aku tempel koyo aja" ucap biwa
"Yaudah"
"Bey,aku mau nanya sesuatu" ucap biwa membuat jantung sisi bedegup kencang.
"Nanya apa biw?" Tanya sisi
"Kalo ada seseorang yang lebih dari aku datang ke kehidupan kamu,apa kamu masih mau bertahan sama aku?" Tanya biwa
"Kenapa tidak" jawab sisi
"Aku takut bey,aku takut kehilangan kamu" lirih biwa
"Kamu terlalu sempurna untuk aku bey,kamu duniaku bey,kamu berharga buatku,berlian saja akan kalah berharga darimu bey,kamu orang pertama yang membuatku seperti ini,setelah kakak,adik dan ayahku,kamu adalah orang yang sangat berarti dalam hidup aku,aku takut bey,jika suatu saat aku lalai dan akan membuatku kehilangan kamu,aku tidak tau akan sehancur apa aku jika kamu pergi dari hidupku bey" tanpa di sadari biwa meneteskan air matanya.
"Loh,kamu kenapa nangis biw" kaget sisi lalu mengusap air mata biwa.
"Jangan nangis biw,aku gak akan pergi kemana-mana,aku gak akan ninggalin kamu" ucap sisi lalu biwa pun menyembunyikan wajahnya diperut sisi dan memeluk pinggang sisi.
"Kamu juga udah buat aku takut kehilangan kamu biw,udah jangan nangis,aku gak suka ya liat kamu nangis gini" ucap sisi dan biwa pun langsung mengusap air matanya.
"Maaf bey" ucap biwa
"Aku minta sama kamu,apapun yang akan terjadi kedepannya,kamu jangan pernah ninggalin aku ya,aku gak bisa hidup tanpa kamu" ucap biwa
"Iya,aku gak akan ninggalin kamu biw,aku akan pergi jika kamu yang menyuruhnya" ucap sisi menangkup pipi biwa dan mencium bibirnya sekilas untuk menyalurkan rasa sayangnya.
Sisi dapat melihat betapa besarnya rasa takut kehilangannya di mata biwa, gadis yang orang lain kenal terlihat dingin dan tidak peduli dengan siapapun menangis di depanya,memohon agar ia tidak meninggalkannya,orang yang dulu tidak tergantung pada siapapun kini menjadikan dirinya sebagai dunianya.
"Udah jangan nangis lagi,aku gak suka ya kamu nangis gini,mending sekarang kamu tidur aja,besok kita kerja kan" ucap sisi dan di angguki biwa.
"Besok aku ada meeting,kamu harus ikut meeting sama aku" ucap biwa
"Loh,kok aku gak tau"
"Kamu berhenti jadi sekretaris aku,aku udah ganti sama yang baru,kamu cukup ikut aku ke kantor temenin aku di kantor,jangan kerja" ucap biwa
"Trus sekretaris baru kamu bakalan kerja di ruangan aku?" Tanya sisi
"No! Itu ruangan khusus untuk kamu" jawab biwa
"Oh yaudah,bagus sih jadi dia gak bisa genit genit sama kamu,kalo dia seruangan sama kamu bisa-bisa nanti kalo aku gak ada dia nyari kesempatan dalam kesempitan lagi" ucap sisi
"Sudah aku duga" ucap biwa lalu ia pun mengubah posisinya menjadi berbaring di sebelah sisi. Sisi pun ikut berbaring di sebelah biwa,ia pun memasukan biwa kedalam pelukanya dan memberikanya kenyamanan.
oOo
"Bey,ayo" teriak biwa dari ruangan tengah
"Iya biwa,sabar dikit napa" ucap sisi sambil berjalan cepat menuruni tangga

KAMU SEDANG MEMBACA
My Sunshine
Teen Fiction📌.Hanya cerita halu,don't bring it to the real world‼️ 📌.21+ 📌.Yang tidak suka,boleh skip