Happy reading...
Sudah hampir 2 minggu biwa dirawat dirumah sakit,hampir setiap hari juga sisi terus mendengar rengekan biwa yang selalu meminta pulang karena ia merasa sudah sembuh,padahal makan saja selalu sisi yang menyuapinya karena luka di pundaknya belum sembuh.
Seperti sekarang,biwa sedang marah pada sisi karena sisi tidak mengabulkan permintaannya itu. Bagaimana tidak,rico saja belum mengizinkan biwa pulang kalau sisi mengizinkan biwa untuk pulang,ya bisa saja sisi kena marah rico.
"Ayolah biw,kamu jangan kayak anak kecil gini dong" ucap sisi yang berusaha membujuk biwa.
"Oke,aku bakalan izinin kamu pulang tapi aku mau kamu bisa makan sendiri tanpa aku suapin" ucap sisi.
"Oh jadi kamu gak mau suapin aku lagi hah?oke fine" ucap biwa lalu mengubah posisinya menjadi membelakangi sisi.
"Astagfirullah,bukan gitu maksud aku biw" ucap sisi memegang tangan biwa namun dengan cepat biwa menepisnya.
"Udahlah si,bilang aja kalo kamu udah gak mau ngurusin aku,aku bisa kok minta bantuan ke kak ge atau ara" ucap biwa.
"Huffhhh" sisi menghela nafasnya kasar. Ini bukan yang pertama kalinya biwa berfikir negatif terhadapnya,sisi bingung kenapa biwa menjadi seperti ini saat ia sakit.
"Untung kamu sakit biw,kalo nggak udah abis tuh muka aku benyek benyek" batin sisi
"Yaudah,babe ini udah waktunya kamu makan ya sayang biar kamu cepet sembuh trus kita pulang" ucap sisi berusaha untuk tetap sabar menghadapi biwa.
"Gak" sisi memejamkan matanya guna menahan emosinya.
Ceklekk
"Selamat siang mbak" ucap dokter diyas,dokter yang menangani biwa.
"Selamat siang dok" jawab sisi.
"Gimana keadaan kamu sekarang biwa?" Tanya dokter diyas.
"Dok,dia susah banget minum obat dok,malah dia minta buat pulang terus tiap hari" ucap sisi.
"Kenapa begitu?" Tanya dokter.
"Dok,aku udah sehat dok,udah mendingan jadi saya mau siang ini juga saya pulang dok" ucap biwa.
"Gak ya biw,kamu belum sembuh" ucap sisi menatap biwa.
"Aku udah sembuh sisi,kan kamu bisa urus aku di rumah,gak perlu disini aku bosen banget tiap hari rebahan mulu" ucap biwa.
"Gini aja deh,sekarang mending kamu minum dulu obat kamu,sekarang saya akan mengurus kepulangan kamu dari rumah sakit" ucap dokter.
"Kalo kamu mau minum obat,sekarang juga aku bakalan minta izin ke ayah buat izinin kamu pulang sama minta jemput ke ara" ucap sisi.
"Yaudah,tapi suapin" ucap biwa dengan nada seperti anak kecil.
"Nah kan dok,so keras banget dia orangnya katanya udah sembuh tapi_"
"Sisiiiiii" rengek biwa.
"Iya iya ini aku suapin biwa" dokter diyas hanya tersenyum menatap kedua gadis di depanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Sunshine
Teen Fiction📌.Hanya cerita halu,don't bring it to the real world‼️ 📌.21+ 📌.Yang tidak suka,boleh skip