Happy Reading
Sesampai di rumah Biwa langsung membangunkan Sisi dari tidurnya, Sisi pun terbangun ia pun langsung mengambil tas dan ponselnya dan segera turun dari mobil dan langsung pergi menuju kamar dan untung saja di ruang keluarga tidak ada siapapun yang akan menanyakan kenapa Sisi terlihat habis menangis.
"SISI" panggil Biwa sedikit berteriak namun Sisi terus melanjutkan langkahnya dan memasuki kamar.
Biwa pun langsung berlari memasuki kamar,matanya tertuju pada Sisi yang baru saja keluar dari kamar mandi mengganti bajunya.
"Sisi kamu jangan marah sama aku, aku kan udah bilang Vera itu cuman temen aku" ucap Biwa menghampiri Sisi.
"Iya aku tau kok makanya tadi kamu pas di peluk gak nolak" jawab Sisi datar.
"Gak enak dong kalo nolak dia kan_"
"Ya gak enak gimana orang di peluk sama cewek cantik,iya kan" ucap Sisi.
"Bukan gitu maksud aku,kamu tuh jangan egois gini dong, dengerin dulu kalo aku ngomong"
"Aku?egois?kalo aku egois mungkin aku tadi udah marah kamu di peluk sama tuh cewek" ucap Sisi.
"Ya kamu gak marah karena kamu gak sayang aku kan" ucap Biwa.
"Hah?kenapa jadi kamu marah ke aku?"
"Udahlah gimana kamu aja biw" ucap Sisi yang malas bertengkar.
"Yaudah kalo kamu gak marah gak usah diemin aku dong" ucap Biwa namun sisi tidak menjawabnya,ia memilih untuk berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Anjing" geram Biwa menahan emosi dan pergi memasuki kamar mandi sedangkan Sisi kini sudah tidak tahan lagi dan ia pun menangis mengingat saat Biwa di peluk oleh Vera di depan matanya.
"Kamu gak bisa jaga perasaan aku biw" batin Sisi
oOo
Keesokan harinya, Sisi masih saja mendiami biwa tapi ia bersikap seperti biasa saja jika di hadapan Rico dan yang lainya. Biwa menatap Sisi yang sedang menyiapkan sarapan untuknya, setelah selesai menyiapkan makanannya Sisi pun duduk dan langsung menyantap sarapanya.
"Kenapa gak di makan biw?" tanya Rico yang melihat biwa hanya diam dan menatap kearah Sisi. Gracia,Ara, Chika dan Shani refleks langsung menoleh kearah biwa sedangkan Sisi hanya diam dan memakan sarapan.
"Gapapa yah" jawab biwa singkat.
"Pasti lagi berantem mereka" bisik Gracia pada Ara.
"Pasti" jawab Ara berbisik.
Selesai saran seperti biasa Sisi mengantarkan Biwa hingga kedepan pintu utama, namun Sisi masih saja mendiami Biwa.
"Kalo mau datang ke kantor kabarin aku dulu,takutnya aku lagi_"
"Aku gak bakalan ke kantor,kamu bisa menghabiskan waktumu bersama Vera" jawab Sisi membuat biwa kembali Kesal dan berusaha menahan emosinya.
"SISI!aku udah berapa kali bilang sama kamu,jangan bahas lagi!" Ucap Biwa sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Kalo aku disini cuman mau kamu bentak,aku masuk kedalam aja" ucap Sisi membuat Biwa diam dengan tersulut emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sunshine
Teen Fiction📌.Hanya cerita halu,don't bring it to the real world‼️ 📌.21+ 📌.Yang tidak suka,boleh skip
