Happy Reading
Sudah hampir dua minggu sisi pergi dari rumah dan selama itu juga sisi tidak dapat dihubungi oleh siapapun termasuk Chika dan Shani. Dan selama itu juga kondisi biwa sudah sangat tidak terawat dan juga sangat kurus karena biwa terbiasa makan makanan buatan sisi membuat ia sangat merasa asing dengan masakan yang bukan dibuat oleh tangan sisi.
Selama dua minggu juga biwa sering bertemu dengan teman barunya Sen, ia sering sekali bercerita tentang masalahnya dimulai dari gagal menikah hingga sekarang ia mencari sisi namun biwa tidak memberitahukan siapa nama orang yang sedang biwa cari.
"Cepatlah makan biwa lo udah kayak kekurangan gizi tau gak" kesal ara yang sedaritadi memaksa kakaknya itu untuk makan, meskipun ia masih kesal denganya tapi ia tidak tega melihat kondisinya seperti itu.
"Gue gak selera makan ra,gak enak di lidah gue kalo bukan masakan sisi" jawab biwa.
"Makanya lo tuh harus bisa masak jadi gini kan giliran ditinggal sisi lo jadi ketergantungan gini" ucap ara.
"Diem lo"
"Cepat makan biw,abis ini kita cari sisi lagi keluar jakarta" ucap freen.
"Kemana phi?" Tanya biwa.
"Belum tau,tapi kita pergi saja dulu" ucap freen.
"Iya phi" akhirnya biwa pun memakan makanan yang ada di tangan ara, meskipun rasanya tidak seenak masakan sisi tapi ia harus tetap memakanya jika tidak ia mungkin akan diamuk oleh kakak sepupunya itu.
oOo
Selama dua minggu juga sisi semakin dekat dengan sen, apalagi sen selalu ada untuk sisi disaat sisi merasa kesepian. Ada saja perlakuan sen yang bisa membuat sisi tersenyum dan merasa senang, meskipun begitu sen tetap tidak bisa membuat dirinya melupakan sosok wanita yang kini sedang bermasalah denganya, jika bisa dikatakan sisi sangat merindukan sosok itu, sisi merindukan seseorang yang selalu meminta dipeluk jika tidur dan selalu meminta makan ditengah malam namun keesokan harinya selalu mengeluh karena berat badannya naik meskipun hanya satu kilo gram saja.
Selama dua minggu juga sisi tidak pernah mengaktifkan nomornya bahkan sisi melepaskan kartu SIM dari ponselnya dan sisi hanya bermain ponsel untuk bermain game offline saja.
"Kangen banget sama ci shani sama chika" gumam sisi.
"Apa gue hubungin mereka aja ya" ucapnya lagi.
"Iya deh gue hubungin mereka aja kasian juga kalo mereka khawatir sama gue,nanti kalo udah gue kabarin mereka gue lepas lagi kartu SIM nya" ucap sisi lalu ia pun mengambil ponselnya lalu kembali memasangkan kartu SIM.
Saat sisi mengaktifkan Data Seluler ia sangat terkejut ketika membuka WhatsApp nya yang banyak sekali pesan dan juga panggilan yang masuk, tentu saja semua itu dari biwa dan yang lainya termasuk shani dan chika yang terlihat setiap hari menanyakan keberadaannya dan juga keadaanya. Dan dengan segera sisi pun langsung menghubungi shani.
"Kok tumben gak diangkat ya" gumam sisi sambil menatap kearah ponselnya yang tertera nama shani.
"Apa ci shani lagi sibuk ya" gumamnya namun beberapa detik kemudian ia menerima panggilan telpon masuk dan ternyata itu dari shani, ia pun langsung saja menerima panggilanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sunshine
Teen Fiction📌.Hanya cerita halu,don't bring it to the real world‼️ 📌.21+ 📌.Yang tidak suka,boleh skip
