Varen terus termenung setelah mendengar pertanyaan Arka tentang mobil-mobilan kemarin
Pertanyaan, bukan permintaan. Hatinya kembali sakit. Ia kembali sedih
Uang dari mana ya? Gue harus apa? Ia menjambak rambutnya bingung
Sekarang sedang istirahat. Kenzi di kantin bersama teman-temannya
Tadi sudah berulang kali Kenzi menanyakan kenapa Varen diam saja, tapi Varen menjawab,"gue gak bisa cerita sekarang, Ken. Sorry. Kalo gue dah sanggup gue bakal cerita"
Varen tak bisa cerita kalau ia bingung tentang keuangan lagi, bisa-bisa Kenzi menawarkan bantuan. Varen tak mau. Ia masih bisa kerja
Varen tidak tidur sejak kemarin. Tidak bisa. Tak mampu. Pikirannya terlalu banyak
Letih? Sangat. Tapi hatinya lebih letih. Pikirannya tak kalah letih. Varen terus terdiam, kepalanya makin sakit, perutnya lapar karena tidak makan sejak siang 2 hari lalu, kemarin pagi ia tak sarapan seperti biasanya, siang tidak sempat makan, malamnya? Ia tak bisa makan setelah mendengar pertanyaan Arka. Varen lemas, matanya sayu
Bel masuk kembali berbunyi bersamaan Kenzi yang datang dan duduk di bangkunya
"Jangan banyak pikiran. Jangan kecapekan juga. Lo sakit nanti"
Varen masih diam, hingga guru masuk dan memulai pelajaran
__________
Varen mengerjakan pekerjaannya dengan giat meski sebenarnya tidak memiliki tenaga. Ia tetap tersenyum pada pelanggan, meski kadang justru tatapan iba yang ia dapat
Hingga tak terasa jam 01.00 telah tiba, ia bersiap untuk pulang
Sesampainya di rumah ia langsung tidur. Lelah, tak lama ia langsung terlelap
__________
"Abang demam ya? Abang ngigau terus, panas.." ucap Arya yang terbangun karena rintihan lirih Varen. Ia sedang memegang kening Varen. Kali ini ia yang tidur dekat abangnya. Kembar tiga itu bergantian tidur di samping abangnya
Varen membuka matanya yang sayu,"nggak kok, Arya tidur lagi ya.." ucap Varen sambil tersenyum dengan susah payah
"Tapi panas, Abang pusing? Kuambilin obat? Tapi aku gak tau dimana"
"Nggak perlu, Arya tidur aja lagi.."
"Tapi Abang sakit.." ucap Arya. Matanya mulai berkaca-kaca
Varen langsung mengelus kepala Arya,"nggak papa, nanti pagi sembuh, sekarang Arya tidur ya.."
"Beneran sembuh nanti pagi?"
"Iya dong, sekarang Arya tidur ya"
Arya mengangguk lalu mulai memejamkan mata lagi
_________
"Sakit kan Lo? Kecapekan, mikir terus juga sih" ucap Kenzi sambil melihat Varen yang hanya menelungkupkan wajah di balik kedua lengan sejak datang ke sekolah. Varen tidur
Sejak tadi pagi jamkos, lalu ada sedikit jam pelajaran, lalu istirahat, tidak sedikitpun Varen mengangkat kepalanya
Ini sudah bel masuk setelah istirahat pertama, tak lama guru pun masuk. Varen mengangkat kepalanya
Pening sekali. Varen tak sanggup, ia memegangi kepalanya dengan sebelah tangannya, menunduk
"Ck, pucet banget. UKS?"
Varen menggeleng, tapi kepalanya makin pusing. Matanya menatap guru dengan sayu
"Yakin sanggup?"
Varen mengangguk. Ia beberapa kali terpejam karena kepalanya yang sakit. Keseimbangannya dipermainkan
KAMU SEDANG MEMBACA
be optimistic, Varen!
RandomVaren Urdha Prawara. Semua orang menjauhinya karena ia terkenal yatim piatu dan miskin. meski ia tampan dan pintar, semua orang menutup mata darinya Varen, yang harus berjuang demi sesuap nasi untuknya dan adik-adiknya. Baginya tak apa, yang terpent...
