tak harus kaya

201 8 0
                                        

"Ken, Varen napa gak masuk?" tanya Nara

"Sakit. Ada surat izinnya. Tapi biasanya tetep masuk, gak kayak gini" Kenzi murung,"gak on juga sejak kemarin"

"Gimana kalo kita ke rumahnya sepulang sekolah?"

"Gak bisa, rapat OSIS kita"

Nara cemberut,"terus gimana? Kalo habis rapat aja gimana?"

"Lo gak papa keluar malam-malam? Gak dimarah ortu?"

"Pasti bakal kena marah sih. Gak bakal dibolehin juga" Nara jadi sedih, pasti orangtuanya berkata kenapa tidak besok saja? Tapi ia sudah sangat kuatir

"Gue khawatir, njir. Gimana ini?"

"Banyak doa aja. Kalo besok dia belum dateng, sepulang sekolah kita ke rumahnya"

"Oke! Makasih Ken, gue duluan ya" ucap Nara sambil keluar kelas Kenzi

"Hem" jawab Kenzi

___________

"Kenapa? Kepala Lo sakit?" ucap Kenzi melihat Varen memegangi kepalanya sambil meringis

"Dikit"

"Sanggup gak? UKS?"

"Nggak, bentar lagi pulang"

Flashback on

Nara berangkat lebih awal hari ini, berharap bertemu Varen di sekolah

Untungnya Varen masuk sekolah, Nara ketika melihatnya langsung mendekatinya,"ren, Lo sakit ya kemaren?"

"Darimana Lo tau?"

"Kenzi. Lo dah sembuh?" Nara sedih melihat kaki Varen pincang

"Udah"

"Lo sakit apa kemaren?"

"Pusing dikit aja"

"Terus kenapa pincang?"

"Terkilir"

"Pasti boong. Tapi gak papa kalo gak mau jujur, gue tunggu waktunya" Nara cemberut

Hati Varen menghangat karena perhatian Nara,"kemaren kecelakaan"

"Hah?! Serius?" Nara langsung menatap Varen dari atas sampai bawah,"kok bisa?"

"Motor gue ditabrak mobil. Wajar sih, gue gak liat lampu merah"

"Ck.." mata Nara berkaca-kaca,"kenapa Lo gak liat lampu merah?"

"Lupa, hehe" bohong Varen. Padahal waktu itu ia mengantuk

"Ada-ada aja, lain kali jangan kayak gitu lagi"

"Iya, makasih" Varen tersenyum

Omg, jantung gue gak aman

Nara menutup wajahnya dengan kedua tangannya,"ren, Lo jangan senyum di hadapan cewek-cewek. Gak aman buat jantung kami"

Varen tertawa,"masa'?" Varen menggoda Nara

"Iya! Jangan senyum lagi!" Nara masih menutup matanya

"Iya, buka matanya sekarang"

Nara membuka mata, rupanya Varen masih tersenyum, bahkan Varen memutus jarak antara mereka,"AAA!!"

Nara terkejut, ia menutup matanya lagi. Varen kaget,"maaf ra, maaf,..gue gak bakal kek gitu lagi, beneran,.."

Sementara itu murid-murid di lorong memperhatikan mereka, tentu saja mereka bisik-bisik yang tidak mengenakkan

Tapi Varen dan Nara tak peduli, mereka tetap berbincang di depan kelas

Varen..menyukai Nara. Begitupun sebaliknya

be optimistic, Varen!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang