Ch. 18 | Ally

272 35 3
                                        

10 November 1430

Di aula Tavern Burgia, sekelompok warga berkumpul seperti biasanya. Namun kali ini mereka tidak mendengarkan pidato, melainkan berdiskusi tentang sesuatu. Wajah semua orang disana tampak serius, termasuk Adolf.

Oswald : "Para prajurit itu (Leibgarde) kudengar mereka sudah hampir melewati hutan elf."

Ingbert : "Itu berarti tidak lama lagi mereka akan segera sampai di Weldam."

Rocco : "Kita harus segera mengambil tindakan! Jika tidak mereka pasti akan menghabisi kita."

Adolf : "Jadi sudah saatnya ya."

Markas Militer Weldam

Seperti biasa Oswyn sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai komandan militer pertahanan Kota Weldam, hari itu pikirannya sedang campur aduk, ia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Ia masih kepikiran dengan pertemuannya dengan Hitler beberapa hari yang lalu, setiap kata kata yang dikeluarkan oleh Hitler meninggalkan sebuah pemikiran yang mengganjal didalam otaknya.

Oswyn masih terus melanjutkan pekerjaannya dengan wajah yang bingung hingga seseorang mengetuk pintu nya.

*Tok tok tok

Gerrin : "Permisi pak, ini Gerrin."

Oswyn : "Masuklah!"

Pintu terbuka, terlihat Gerrin dengan wajah yang sedikit cemas berada di depan pintu.

Oswyn : "Ada apa?"

Gerrin : "Kita kedatangan tamu."

Oswyn : "Tamu?"

Dari belakang Gerrin muncul beberapa orang, salah satu orang itu membuat Oswyn terkejut dan tersentak kebelakang. Ia tak bukan dan tak lain adalah Adolf Hitler itu sendiri, bersama beberapa orang pengikutnya, ia mendatangi Oswyn.

Oswyn : "A-apa?!"

Gerrin : "Maaf Pak, mereka mengaku perwakilan dari partai Nasionalis Sosialis Arya ingin berbicara dengan anda perihal suatu hal yang penting."

Oswyn : "Hal penting? T-tapi..."

Oswyn : "Ah baiklah, silahkan masuk dan duduk."

Gerrin dan beberapa orang itu duduk di kursi tamu.

Di meja yang memanjang, Oswyn duduk diujung depan begitu juga Hitler yang duduk di ujung belakang sehingga mereka saling berhadapan. Gerrin duduk di samping kiri Oswyn.

Wajah Oswyn tampak cemas dan pucat, sementara Hitler dengan jas militer abu-abu miliknya tampak duduk dengan tenang.

Oswyn : "Jadi, perihal apa yang membuat kalian datang kesini?"

Adolf : "Mungkin langsung ke intinya saja, kita semua juga sudah mengetahui kalau Leibgarde tak lama lagi akan tiba di Weldam. Dan itu bukanlah kabar yang baik untuk kita semua bukan?"

Adolf : "Kita semua sudah mengetahui bagaimana track record dari Leibgarde, mereka suka bertindak semau mereka dan tidak perlu khawatir tentang hukum. Mereka juga tidak akrab dengan kalian kan? Ditambah alasan mereka kemari adalah untuk mengusut kasus yang baru baru ini terjadi, yang akan kuakui saja bahwa itu perbuatanku."

Adolf : "Tetapi apakah Leibgarde hanya akan menangkap ku saja? Oh tentu tidak, mereka pasti juga akan membantai para pengikut pengikut ku. Nah inilah titik masalahnya, kalian juga pasti sudah menyadari nya bukan, bahwa simpatisan partai kami sudah hampir mencangkup tiga per empat populasi kota dan juga termasuk anggota kalian."

Adolf : "Bukankah ini berarti akan terjadi sebuah pembantaian di kota Weldam, benar begitu bukan?"

Oswyn terus mendengarkan Hitler dengan serius, walaupun tangan dan kakinya gemetaran, ia masih belum tau dengan jelas tujuan Hitler datang kemari.

Führer : In Another WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang