Pete memandang arm dengan dingin, pemuda di depan nya ini lah yang menghancurkan hati tem, manusia bangsat yang mengatasnamakan cinta dalam kebohongan semata untuk sebuah misi
Plak
Plak
Pete tersenyum remeh, dan menarik kuat rambut arm agar mendongak menatap wajahnya
"Inikah seseorang yang pernah menjadi kekasih dari tem, aku sungguh tidak menyangka jika selama ini kau hanya berpura-pura mencintainya" Bisik Pete meringis kecewa, Pete memang mempunyai insting jika dia tidak menyukai arm setelah tae bersikeras kala itu ingin agar dirinya meminta persetujuan dari vegas untuk mengeluarkan arm dari markas, Pete jelas saat itu menolak keinginan tae karena untuk mengeluarkan seorang anggota dia harus mempunyai alasan logis, jika dia berbicara dengan vegas hanya karena tae dan diri nya tidak menyukai arm di karena kan khawatir akan hubungan tem pastinya vegas akan menolak mentah mentah permintaan nya sebab itu bukan alasan tepat dalam pekerjaan
Arm terkekeh kecil
"Bisakah kau ulangi untuk ucapan pertamamu padaku" Pinta arm sinis
"Inikah seseorang yang pernah menjadi kekasih dari tem" Jawab Pete tak kalah sinis dalam mengulangi perkataan nya
"Kau tidak mengetahui tentang hubungan kami karena jika kau paham, kau akan tau jika kami memang tidak mengakhiri status ini"
Pete menaikkan alisnya dan merengutkan dahi nya, bukankah yang Pete tau mereka sudah berakhir, namun mengapa arm berbicara seperti itu padanya
"Tetapi bukan kah kalian telah berakhir" Seru Pete cepat
"Dia masih tetap akan menjadi kekasih ku"
"Apa maksud dari ucapan mu itu, apa kau pikir dia akan mau dengan dirimu kembali, sedangkan dalam hal ini kau adalah seseorang yang mengecewakan dia demi mantan kekasih mu yang tidak berguna itu"
"Kau tidak mengetahui semuanya, jadi jangan berucap seolah kau tau mengenai segala hal" Timpal dingin arm
"Aku menegaskan padamu untuk tidak lagi mendekati tem" Sentak Pete keras dan meninggal kan tempat arm untuk menuju luar ruangan, kini memang tawan, arm dan Pete memiliki ruangan yang berbeda
Tiba-tiba arm tertawa keras, mengapa dia harus menjauhi kekasih nya, apa pemuda kecil ini memerintah kannya untuk tidak mendekati tem dan dia akan Sontak menyetujui hal itu, jawaban nya tentu saja tidak
"Lucu sekali, kau pikir kau siapa hingga memerintah kan ku untuk menjauhi kekasih ku"
"KAU" teriak Pete kencang
"sebenarnya apa maumu hah, jika kau ingin mempermainkan hati teman ku aku harap kau tidak lagi mendekati nya sekarang ataupun selamanya, kau pikir cinta adalah sebuah mainan" Sentak Pete lagi, amarahnya sungguh memuncak di karena kan pria yang menjadi tahanan ini seperti mencoba ingin mendekati tem, Pete tidak menyetujui itu sampai kapanpun
"Kau bukanlah siapa siapa, dan kau tidak berhak untuk mengetahui apa yang terjadi"
"Aku adalah orang yang menyayangi tem, dan jika aku membicarakan ini dengan Phoenix lainnya maka kau tidak akan bisa bertemu dengan tem selamanya"
Arm menggeram marah, jika tangan nya tidak sedang terikat maka di pastikan dia akan mencekik leher Pete di hadapan nya dengan kuat dan bisa saja dia juga langsung membunuh nya
"Katakan apa yang sedang kau rencakan"
Arm mau tidak mau kini membocorkan apa yang sebenarnya di rencanakan Dan bisikan dingin dari arm membuat mata bulat dan indah milik Pete membesar, benarkah apa yang dia dengar kali ini, Pete hanya mengangguk dan segera meninggal kan arm untuk menuju vegas, walaupun sudah di perjalanan lorong menuju ruang utama mansion Pete masih tercengang tidak percaya dan tersenyum menyeringai
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐊𝐢𝐧𝐧𝐏𝐨𝐫𝐬𝐜𝐡𝐞 𝐓𝐡𝐞 𝐁𝐨𝐝𝐲𝐠𝐮𝐚𝐫𝐝 𝐌𝐢𝐧𝐞 𝐒𝐞𝐚𝐬𝐨𝐧𝐬 𝟑
Fiksi Penggemar"𝐏𝐨𝐫𝐬𝐜𝐡𝐞 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚, 𝐝𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡𝐢 𝐨𝐛𝐚𝐭 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚" 𝐔𝐜𝐚𝐩 𝐤𝐢𝐧𝐧 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐦𝐮𝐬𝐮𝐡𝐧𝐲𝐚
