Jungkook masih berada di dalam mobil hitam itu selama 4 jam. Tapi dia tidak ada keinginan untuk pergi dari sana. Matanya hanya tertuju pada restoran yang cukup besar di depannya. Jungkook memarkirkan mobilnya tepat di seberang jalan lestoran itu.
Setelah konser berakhir Jungkook tidak langsung pulang ke Seoul. Biasanya setelah konser, Jungkook memiliki waktu luang selama seminggu. Setelah itu dia akan melakukan kegiatan seperti biasa.
Saat ini pukul 3. Jingkoo telah menunggu disana dari sebelum makan siang. Sekarang perutnya merasa keroncongan.
"Sepertinya tidak perlu menguntit lagi.. Aku akan masuk dan makan dulu." Berucap sendiri sembari keluar dari mobilnya.
Sesaat setelah masuk. Hidungnya langsung dimanjakan dengan bau harum masakan. Lestoran itu terlihat ramai.. Adabeberapa orang yang sedang menikmati makanan dan tidak sedikit mereka yang menyadari ada Jungkook disana.
"Permisi... Silahkan... Untuk berapa orang..?" Seorang pramuniaga menghampiri Jungkook dengan senyum ramah.
"Oouuhh ya.. Untuk satu orang." Ucapnya merapihkan maskernya.
"Meja prifat atau biasa..?" Tanya pelayan yang sudah mengerti siapa yang diajak bicara ini.
"Biasa saja asal tidak teralalu ramai."
"Baiklah di lantai dua tidak begitu banyak pengunjung... Silahkan.. Nanti kami segera kesana bersama buku menu." Sembari menunjuk tangga melengkung yang sederhana namun cantik.
Jungkook hanya mengangguk dan pergi.
Lestoran itu sangat imut. Cat kuning pastel membuatnya ceria namun tetap elegan. Mejameja dibundar disusun rapi. Dan banyak sekali tanaman dan bunga. Jendela nya yang melengkung dan besar serta banyak. Membuatnya lebih cantik dengan tirai transparan yang menghiasi.
Jungkook melihat sudut kursi yang dekat dengan jendela. Di dekatnya terdapat rak buku besar tersusun dengan rapi dengan berbagai buku bacaan didalamnya.
Jungkook menghampiri sudut tersebut. Dan duduk disana menunggu pramuniaga datang. Tidak lama seorang gadis berseragam datang dengan membawa buku menu dan satu gelas air putih di tangannya.
"Permisi... Ini buku menunya." Sembari menyimpan gelas berisi air dan peralatan makan diatas serbet.
"Terima kasih.." Mulai membuka buku menu tersebut.
"Pemilihan duduk yang bagus.. Bosku juga sering duduk di sini."
"Benarkah.. Siapa nama bosmu?"
"Huh..? Maaf..?"
"Hanya ingin tau saja. Dia punya selera bagus."
"Dia juga tampan... Hehe... Eehhhh maaf.... Kau lebih tampan Jungkook-nim." Sembari tersipu malu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Jungkook hanya tersenyum. Kemudian kembali membuka buka menunya.
"Aku ingiiinn... Ini...!"
"Aaaaa itu menu favorit di lestoran ini."
"Trus siapa pemilik lestoran ini..?"
"Bos Jimin.. Dia juga sering masak di sini. Dia sangat ramah pada pekerjanya. Sudahmah tampan... Baik... Chep yang handal."
"Maksudmu Park Jimin...?" Menatap intens gadis itu.
"I..iya...?" Terbata bata.
"Benarkah..?!" Sembari menutup
"Bagaimana anda tau?"
"Kapan dia kesini..?"
"Mungkin sebentar lagi... Maaf Jungkook-nim... Boleh saya.... Minta tanda tangan? Itu kalau anda tidak keberatan..!" Sambil menunduk memberi hormat.
KAMU SEDANG MEMBACA
when you know love
Romance"aku bakal bertahan hyung... akuakan bertahan karna.. " jimin terhenti.. dengan tersenyum kendati mengelus perut yg sekarang mulai terlhat... "terserah kau jii.. ini keputusan mu.." ucapnya sembari menepuk pundak jimin disambut senyum hangat jimin...
