"Gimana kabar eomma Tae..?"
"Dia merindukanmu...!"
"Aku mengerti.. Aku sangat menyesal tidak sering mengunjunginya. Setelah kepergian eommaku, aku jadi lebih sibuk disini."
"Jangan terlalu diporsir Jii... Ingat kesehatan juga.."
"Iya.. Nanti aku bakal vc eomma.." Seraya tersenyum.
Ibu Jimin tiga tahun yang lalu meninggal dunia. Saat Jimin masih kuliah. Jimin menjadi satu satunya yang bisa dipercaya mengelola lestoran peninggalan ayahnya itu. Karena adik Jimin masuk militer.
Sisi lain Jimin merasa bersyukur. Karna sampai akhir hayat ibunya, Jimin lah yang mengurusnya. Penyakit lambung yang di deritanya merembet ke jantung.
Mendadak ibunya terkena serangan jantung. Hingga kepergiannya yang mendadak membuat Jimin harus langsung menjalankan di lestoran dan juga kuliahnya.
Berkat keuletannya Jimin bisa mengembangkan lestoran menjadi sebesar ini. Menu menu baru dan juga kreatifitas Jimin merenofasi lestoran. Membuat lestorannya semakin diminati pengunjung. Dan maju sampai sekarang.
Banyak yang menawarkannya untuk bekerja sama membuka lestoran baru. Hal itu pernah terpikirkan oleh Jimin. Tapi sepertinya ditunda mengingat omma Jin selalu mendesaknya bekerja sama pula.
Jimin ingin membantu eomma Jin. Dan bekerja sama membuat lestoran eomma Jin semakin besar. Tapi untuk pergi ke Seoul menemui eomma Jin saja cukup enggan. Bukan enggan karna bertemu omma Jin. Melainkan hal yang lain yang hanya dia yang merasakannya.
"Jii sebentar lagi aku ada syuting.. Kau mau ikut?" Serunya sembari mengelap mulut dengan serbetnya. Makanan yang tadi di sajikan habil ludes tak bersisa.
"Mauuuu....!!!" Timpal Jimin semangat. Tiba tiba pnsel Taehyung bergetar.
"Tuh... Baru juga sebentar udah dipanggil lagi." Sembari menunjukan layar ponselnya yang tertulis 'manager' disana. Jimin hanya tersenyum melihatnya.
"Aku ikut.. Mau lihat syuting tuh kayak gimana...!"
"Iya... Ayok... Tapi bentar.. Aku ke toilet dulu. Sambil berlalu menuju tangga dilantai dua.
....
"Iya baik.. Aku akan ke sana sebentar lagi.. Okey...... Kalau begitu aku tutup dulu." Seraya membuka pintu kantor Jimin.
"Jagyy.... Ayo kita pergi....." Terkejut melihat sekeliling yang kosong tidak ada Jimin disana.
"Jii..? Kamu dimana?" Menutup pintu di belakangnya. Melihat sekeliling mencoba mencari jejak jejak Jimin.
Saat matanya tertuju pada satu pintu hitam yang berada di sudut ruangan ponselnya kembali berdering.
"Aiishh!! Benar benar mengesalkan. Iya iya aku pergi!!" Dengan tanpa mengangkat hpnya dulu berbicara sendiri.
"JIMIN!! MANAJERKU MENELPON... SYUTING MAU MULAI LAGI...." Berbicara seakan Jimin benar benar mendengarnya.
"Nanti aku text saja..." Ucapnya sembari buru buru pergi dari kantor itu.
...
Setelah menunggu kurang lebih 1 setengah jam Jungkook menangkap sosok Tehyung yang bergegas menuju toilet di sudut ruang lantai 2. Sontak saja Jungkook melambai ke pramuniaga muda itu yang sedang menyuguhkan makanan untuk pengunjung lain. Gadis itu kemudian menghampiri Jungkook sesaat setelah selesai melayani pengunjung.
KAMU SEDANG MEMBACA
when you know love
Romance"aku bakal bertahan hyung... akuakan bertahan karna.. " jimin terhenti.. dengan tersenyum kendati mengelus perut yg sekarang mulai terlhat... "terserah kau jii.. ini keputusan mu.." ucapnya sembari menepuk pundak jimin disambut senyum hangat jimin...
