magnoly..

516 27 9
                                        










"Jungkook....?" Dengan berbisik Jimin mencoba menyimpan nampan yang berisi makanan dan minuman.

"Kook..." Mendekat dengan tanpa berani menyentuhnya. Jimin lalu memandang lekat lekat paras tampan itu. Rahang yang tegas.. Rambutnya yang halus.. Bulu matanya yang panjang.. Dan bibir cerry nya yang merona dengan tindikan di sudut bibir itu, terbuka sedikit menghembuskan nafas konstan.

"Gukie...." Jimin tersenyum melihat bagaimana Jungkook tidur dengan nyenyak. Jungkook menekukan badannya dengan selimut kuning dalam dekapannya. Jimin tak kuasa membangunkan Jungkook. Bibir Jimin terukir senyum saat melihat Jungkook mengatupkan mulutnya dan mengernyitkan dahinya. Tubuhnya sedikit bergetar.

"Huh....? Kau kedinginan...?" Bisiknya masih enggan membangunkan Jungkook.

"Eeemmmmhhh...!!" Bergerak merenggangkan tubuhnya sedikit terganngu.

Namun sesaat mata Jungkook terbuka lebar. Lalu langsung terduduk. Jimin sontak kaget melihat gerakan Jungkook yang tiba tiba. Jungkook clingak clinguk melihat ke sekeliling dengan matanya yang masih merah.

"Hehehe...." Jimin terkekeh geli.

"Huh...? Eenggg maaf aku... Ketiduran..." Ucapnya tubuhnya masih gontai dan merasa merinding karna bangun yang tiba tiba.

"Iya.. Aku tau tempat ini nyaman.."

"Hehe..." Sembari menggaruk kepala belakangnya yang sebenarnya tidak gatal.

Jimin berkutat menyiapkan makanan untuk Jungkook dan teh panas nya.

"Jii.. Kau tidak makan?" Tanya nya setelah menyadari kalau Jimin hanya membawa satu piring.
"Kenapa tidak suruh pekerja mu atau minta tolong padaku kalau terlalu berat".

"Aku memang menyiapkan makanan hanya untuk kamu. Lagian tidak ada orang yang tau tempat ini. Pegawaiku... Taehyung... Jin hyung Dan teman teman yang lain tidak pernah ada yang tau." Ucapnya menyodorkan piring berisi nasi goreng andalannya.

Jungkook tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Berarti hanya dia yang tau tempat ini. Ini seperti dejavu baginya.

"Kook makan..." Ramahnya.

"Eng!!" Mengangguk dan langsung mengambil piring itu.

Saat hendak menyuap, Jungkook melihat Jimin mengambil botol yang berada di kantong dan mengocok botol magnoly. Membukanya perlahan agar sodanya tidak keluar, dan mulai meminumnya.

Jungkook meletakan sendoknya kembali. Termenung melihat Jimin menenggaknya dalam tiga kali tegukan.

Jungkook melihat bagaimana jakun Jimin naik turuk saat menenggak arak beras itu.

"Jimin..." Memanggil Jimin saat dia melepaskan botol itu dari mulutnya, kemudian mengelap bibirnya dengan  punggung tangannya. Jimin lalu menoleh ke sumber suara itu yang sedari tadi hanya memegang sendok.

"Makanlah.. " Timpalnya datar.

"Kau... Sejak kapan kau minum itu?"

"Aku tidak tau.. Tenanglah Jungkook.. Kita Sudah dewasa. Sudah ga aneh minum ini.. Yakan?" Menenggak kembali cairan putih itu.

"Iya sih..." Sembari mulai menyiuk nasi goreng itu.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jimin saat melihat sendok dengan nasi di depan mulut Jimin.

"Aaaaaaa...." Ucap Jubgkook Seraya membuka mulutnya dan lebih mendekatkan sendok itu ke Jimin.

"Tidak Jungkook.. Terima kasih.." Tolak Jimin memundurkan kepalanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 07, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

when you know loveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang