Kita selesai tanpa kata

6 0 0
                                    

Bertahun-tahun berlalu, aku masih saja enggan lupa. Menahan rasa sesak di dada setiap hari. Tapi tak apa, aku paham, perasaanku terlalu tulus untukmu yang hanya lelucon.

Walaupun perlakuan dan kata manismu palsu, aku tetap bersyukur Tuhan pernah pertemukan kita. Jika tidak, hari ini mungkin aku masih menjadi seorang yang pemarah, egois dan bukan si penyabar. Aku turut bahagia pada waktu itu, jadi terimakasih.

Setiap hari, selama bertahun-tahun aku cari letak salahnya. Kau yang tak pernah bilang apa aku yang terlalu bodoh?
Bahkan kau terlihat baik-baik saja setelah menyakitiku, tidak adil.

Prosa tanpa judulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang