________//~☆~\\________
Setelah sarapan pagi kedua muda mudi itu kini telah berada di tepi pesisir pantai melihat debur ombak yang tenang di pagi hari
"Kenapa kita kesini?" Ujar Ghea
"Kamu pernah bilang, kalo kamu suka suasana pantai" Ucap Aksa
Ghea menoleh kemudian terkekeh kecil "Masih inget aja haha"
"Aku selalu inget setiap detail tentang kamu ghea" ucap Aksa
Ghea berdehem. Kok rasanya jadi deg degan gini ya
"Aku pernah punya mimpi ghe, suatu saat aku bisa beli satu kawasan di dekat pantai, aku mau buat rumah yang indah di kawasan itu, dimana nanti nya aku bisa hidup bahagia bersama keluarga kecil aku disana"
"Tapi sepertinya..... itu hanya halusinasi" Ucap Aksa kemudian menunduk. Ghea masih menatap Aksa untuk mendengar kelanjutan pemuda itu
Aksa menghela nafas sebelum melanjutkan perkataan nya
"Aku.... akan pindah ke London... sepertinya, ini terakhir kali kesempatan kita buat pergi bareng" Aksa menoleh pada Ghea dengan senyuman getir
"K-kenapa?" Ucap Ghea
"Seperti yang kamu tau. Keluargaku selalu nuntut aku buat jadi yang terbaik bagi mereka, hanya ada dua pilihan Ghea, tetap disini dan menikah atau melanjutkan pendidikan bisnis di London. Sepertinya opsi pertama sudah tidak bisa, maka apa boleh buat, aku harus menetap di sana"
"Kapan kamu pulang?"
Antariksa menggeleng "Entahlah... aku mungkin tidak akan pulang. Karena setelah selesai pendidikan Papa langsung memberiku posisi untuk memimpin perusahaan yang berada disana"
Ghea menghela nafas. Mengapa tiba tiba dadanya jadi sakit mendengar ucapan ucapan pemuda ini. Seakan Aksa memang sudah menyerah dengan semuanya
"Maaf ya... selama ini, aku selalu ganggu kamu dengan ucapan ucapan aku. Aku nggak bermaksud buat egois Ghe, aku cuma mau berjuang buat dapetin apa yang aku mau, tapi nyatanya... dunia emang nggak berpihak"
"Kamu... gak bercanda kan Sa?" Ucap Ghea
Aksa terkekeh "Buat apa aku bercanda? Andai memang ini hanya candaan, aku sangat berandai ini candaan... namun nyatanya nggak Ghea. Opsi itu hanya ada dua pilihan"
Aksa menatap Ghea lekat "Kamu cantik... masih banyak pemuda yang lebih baik dari aku mereka berhak dapetin kamu, kamu memang gak layak buat siapa pun Ghe kamu hanya layak bagi orang orang tertentu yang jauh lebih baik, lebih mulia, dia yang lebih sayang pada dirimu"
"Sekali lagi maaf ya..."
Nafas Ghea sungguh tercekat rasanya
"Em.... sepertinya lebih baik kita pulang? Nanti adek adek kamu nyariin" Aksa melirik jam tangan nya
"Ayo" Ucap Aksa berbalik
"Aksa tunggu." Ucap Ghea yang belum juga melangkah
"Kenapa? Ayo pulang katanya tadi bilang jangan lama lama"
"Seandainya kamu bisa memilih, kamu lebih suka Opsi mana?" Tanya Ghea
Aksa terdiam "Seandainya aku tetap disini..."
Ghea menghela nafas kemudian mengangguk "Bawa aku kerumah kamu Aksa. Kenalin aku sama keluarga kamu. Terus dateng ke Ayah bilang kamu mau serius sama aku"
Aksa terpaku mematung "K-kamu gak bercanda kan? Aku beneran gapapa, aku gak mau kamu terpaksa..."
Ghea menggeleng "Aku yakin Aksa. Aku yakin"
KAMU SEDANG MEMBACA
nine girls: RAGANANDRA
FanfictionIni tentang kisah keseharian sebuah keluarga yang membuat iri seluruh kaum pribumi. Seorang ayah dan kesembilan putrinya Mereka merupakan sosok gadis hutan berkedok bidadari "JIHAAANNNA LO NGAPAIN DI ATAS GENTENG ASTAGA TURUN GAK!!" "KAK GHEA!! ALY...
