Hujan masih belum puas nya berhenti, entah hingga kapan seseorang menghela nafas sesekali melirik ke arah luar jendela cafe kemudian kembali memusatkan pandangan nya lagi pada buku yang dia baca
Seorang pemuda dengan hoodie hitam memasuki cafe tersebut, kepala nya tertutup ketu hoodie yang basah akibat air hujan, tangan kanan nya memegang sebuah ponsel dan menempelkan nya pada telinga
Rain memperhatikan persepsi pemuda itu yang berjalan menuju deretan nya
Tatapan mereka bertemu sekilas, seketika Raina langsung memutuskan pandangan nya kembali menatap buku nya
Semula pemuda itu tidak sadar ketika melewati posisi dimana Raina duduk sendirian di pinggir jendela besar cafe, namun baru dua langkah dia melewati gadis itu langkah nya terhenti dan kembali mundur
Pemuda tinggi berhoodie hitam itu menatap Raina, Raina pun lantas menatap balik. Sang pemuda segera mengakhiri panggilan yang dia terima kemudian menaruh ponsel nya kembali di saku
"Kalo gak salah... lo yang nolongin gue kemaren?" Ucap nya pada Raina yang di balas anggukan perlahan gadis itu
Pemuda itu tersenyum menampakan dimple manis nya "Oh boleh gue duduk?"
Lagi lagi Raina hanya mengangguk menanggapi nya
Kemudian tanpa bertele tele pemuda itu mengulurkan tangan nya masih dengan senyuman yang begitu manis
"Gue Mahesa"
Raina menjabat tangan pemuda itu
"Raina"
"Gue mau bilang makasih karna lo udah nolongin gue, gue hutang nyawa sama lo" Ucap nya
Raina tersenyum "Santai aja, sebagai sesama makhluk hidup kita emang harus saling tolong menolong kan?"
"Tapi bisa aja lo ninggalin gue waktu itu karna ngira gue penjahat, jaman sekarang kan banyak modus kejahatan berbentuk seperti itu"
Raina menutup dan meletakan buku baca nya kemudian menatap pemuda itu "Gimana demam lo? Udah sembuh?"
Pemuda itu mengangguk "Berkat obat yang lo beli dan kompresan pagi nya gue langsung sembuh"
"Syukur deh"
"Oh ya, lo mau gue balas budi dengan cara apa?" Tanya pemuda itu namun Raina menggeleng sembari tersenyum
"Nggak usah gue ikhlas kok"
"Em gue traktir makan gimana? Atau lo mau kompensasi?"
Raina terkekeh "Beneran lo gak perlu balas budi, gue tulus nolongin lo" Tolak Raina
"Ok kalo gitu, tapi kalo ada kesempatan saat lo butuh bantuan atau apa pun please hubungin gue"
Raina lantas mengangguk setuju "Oke"
Kemudian Mahesa menyodorkan ponsel milik nya membuat Raina mengangkat sebelah alis nya pertanda bertanya
"Tolong nomer lo, biar nanti gue hubungin lo"
"O-oh iya..." Raina pun mengetikan nomor ponsel nya
"Makasih sekali lagi"
"Sama sama"
Keadaan hening tatkala pesanan esspresso milik pemuda itu datang hingga sebuah alunan lagu terdengar
Falling in love -Cigarettes after s
Raina sedikit bergumam menyanyikan sepotong potong lirik lagu tersebut
"Lo tau lagu ini?" Ujar Mahesa
KAMU SEDANG MEMBACA
nine girls: RAGANANDRA
FanfictionIni tentang kisah keseharian sebuah keluarga yang membuat iri seluruh kaum pribumi. Seorang ayah dan kesembilan putrinya Mereka merupakan sosok gadis hutan berkedok bidadari "JIHAAANNNA LO NGAPAIN DI ATAS GENTENG ASTAGA TURUN GAK!!" "KAK GHEA!! ALY...
