"Ca lo belum maafin gue? Gue minta maaf... lo belum mau denger gue cerita? Ca... Ica Alyssa" Alyssa berdecak sebal, dari bel istirahat berbunyi Narsha muncul dan terus mengikuti langkah nya sembari merengek padahal dia ada urusan rahasia bersama Jarrel
"Astaga.... Narsha lo kenapa sih?"
"Lo masih marah ya? Gue minta maaf... gue janji bakal cerita semuanya ke lo"
Alyssa bersedekap kemudian memicing lalu dia tersenyum dengan sejurus ide di kepala nya
"Oke gue maafin"
"Really?" Ujar Narsha antusias
"Tapi ada sarat nya" Alyssa tersenyum dengan siasat licik di kepala nya
"Apa?"
"Bantuin gue buat keluar nanti malem, gue mau race malem ini"
"Hah?! Lo gila! Ca kan bahaya"
"Ini kesempatan gue Narsha... gue nggak bisa bujuk ayah lagi"
"Ngebet banget lo jadi pembalap?"
"Ya it's my dream Ca" Ucap Alyssa
"Tapi---"
"Lo mau gue maafin nggak? Kalo nggak yaud----"
"Oke oke. Fine gue bantu... tapi gimana?"
"Nanti gue kasih tau rencana nya, yang penting lo rahasiain ini dari siapa pun"
"Tapi lo janji. Nggak akan kenapa napa"
"Iya... tenang aja, Jarrel nemenin gue, semuanya bakal baik baik aja"
_____//~☆~\\_____
Seorang gadis terduduk di sudut meja cafe, terhitung sudah dua gelas dia menghabiskan ice americano dan tugas milik nya hingga saat ini belum rampung juga sehingga ia mengorder lagi satu gelas minuman yang sama
Janedetta menghela nafas, sudah terhitung 4 jam lebih dia duduk di cafe ini hingga pergantian shift pekerja dia masih duduk disana
Fokus pada tugas di laptop nya, hingga dia tak sempat menoleh saat waiters cafe menyajikan pesanan nya
"Makasih" Ucap Janedetta masih sibuk terhadap tugas nya
Sosok waiters duduk di hadapan Janedetta setelah ia meletakan secangkir coklat panas bersama strawberry cake di hadapan nya
Janedetta mengeryit saat ia meraih gelas pesanan nya, ia merasa tidak memesan sesuatu yang panas dan saat ini gelas nya hangat, kemudian ia mengalihkan pandangan nya dari laptop ke atas meja nya, ia juga tidak memesan cake, lalu Janedetta mendongakan kepala dan terkejut saat mendapati seseorang duduk di hadapan nya
Janedetta mengeryit bertanya tanya dalam benak nya kenapa mantan nya satu itu tiba tiba ada disini?
"Kamu masih ngeyel, jangan kebanyakan minum kopi" Ucap Revandra mendorong piring cake nya sedikit pada Jane
"Pasti belum makan siang?" Ujar Revandra, Jane diam saja tidak menjawab sebagai pertanda iya dia memang belum memakan apa pun sejak tadi pagi
Revandra menghela nafas "Ngeyel banget, nanti kalo sakit siapa yang repot? Udah tau punya maag, jaga pola makan nya yang bener"
Janedetta mendengus "Bawel" Gumam nya namun terdengar oleh Revandra
Pemuda itu terkekeh "Ya jelas lah, kamu nggak ngerawat diri kamu gini, kenapa? Udah nggak sayang diri sendiri?"
KAMU SEDANG MEMBACA
nine girls: RAGANANDRA
Fiksi PenggemarIni tentang kisah keseharian sebuah keluarga yang membuat iri seluruh kaum pribumi. Seorang ayah dan kesembilan putrinya Mereka merupakan sosok gadis hutan berkedok bidadari "JIHAAANNNA LO NGAPAIN DI ATAS GENTENG ASTAGA TURUN GAK!!" "KAK GHEA!! ALY...
