Elixir Class, Survive : Welcome

334 37 1
                                    

"Pagi!" sapa Wonia saat membuka pintu. Ia menelisik ke dalam kelas,

"Hah?  belum ada yang datang?" Wonia melirik jam tangannya. "Padahal udah jam, tujuh lewat dua."

Inilah kebiasaan kelas 10 IPA yang sudah sangat lumrah, mereka akan datang diatas jam tujuh. Jarang ada yang datang tepat waktu.

"Gue udah dateng dari lima belas menit yang lalu." suara itu membuat Wonia menoleh kaget.

"Gausah kaget, gue bukan setan." ucapnya, lalu ia mengangkat kepala. "Gue Raka." lalu kembali  merebahkan badannya di jejeran kursi.

"Kirain dedemit penunggu kelas." gumam Wonia, lalu ia kembali ke kursinya.

Satu jam telah berlalu, kini siswa-siswi kelas 10 IPA sudah hadir didalam kelas.

"Gilaa lo, No! masa jam segini baru dateng?" ucap Reihan pada Revano yang baru saja datang di jam 8.00 WIB.

"Dia mah telat udah biasa, kalo Revano bisa dateng sebelum jam tujuh, mungkin itu masuk kedalam tujuh keajaiban dunia." kata Erik.

"Emang gerbang belum ditutup? biasa nya kan jam 7.30 udah ditutup." tanya Prevan.

Revano menggedikan bahunya, "Gak tau, tadi juga digerbang ga ada siapa-siapa." jawab Revano.

"Gak ada yang jaga?"

"Iya."

。。。

"Jam berapa sekarang?" tanya Ryula.

"Jam sembilan lewat tiga menit." jawab Lianz.

"Guru belum ada yang dateng, Li?" tanya Mia entah habis dari mana, Lianz menggeleng.

Sepersekian detik kemudian lorong kelas sedikit bergetar, bukan, itu bukan karena gempa, melainkan Prevan, Arka, dan Haikal yang sedang berlari-larian masuk kelas.

"Apaan sih? gue kira gempa tau gak?!" Hensy menatap ketiga temannya itu dengan sinis.

"Weh, ayoo pulang, disekolah enggak ada siapa-siapa!" ucap Prevan ngos-ngosan tanpa memperdulikan tatapan sinis Hensy.

"Serius? satupun Guru belum ada yang dateng?" tanya Sonie.

"Tapi tadi aku liat ada yang masuk ke kelas dua belas." sahut Getsy. "Kalo gak salah ada beberapa murid," tambahnya.

Prevan menggeleng, "Kelas nya dikunci, Get, tadi kita bertiga habis dari kamar mandi terus langsung ngecek deh. Sumpah, sekolahan serem juga ya kalo sepi."

"Semua kelas sama ruang guru bener-bener kosong, soalnya dikunci ruangannya." sahut Arka.

Shazana berbisik pada Getzy, "Hayoo loh, yang kamu liat setan kali tuh." goda nya, Getzy mencubit paha Shaza pelan.

Sementara Shaza hanya cengengesan.

"Tapi .. lo pada ngapain bertiga-tiga ke kamar mandi? sus banget." Ryula menatap curiga.

"Su'udzon, orang niatnya tuh kita mau bolos ke kantin, terus si Haikal malah narik kita berdua ke kamar mandi." jawab Arka sedikit tidak terima, menunjuk ke arah Haikal.

Sementara itu Haikal tak bergeming, diotaknya terus berbayang pemandangan 10 menit lalu saat ia berjalan mendahului kedua temannya yang ingin ke kantin.

"Kantin emang buka?" tanya Arka.

"Buka, ayo buruan jangan lama." jawab Haikal mendahului Prevan dan Arka.

[1]  Elixir Class : Survive  ❪ ✔️ ❫Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang