24

965 58 12
                                        

sudah 5 bulan lamanya setelah jungkook menghitung hitung  hari kemungkinan anaknya sudah berumur 1 tahun sekarang.
jungkook setiap harinya selalu berharap jika jimin mengunjunginya bersama anaknya.

jungkook berpikir bahwa itu tidaklah mungkin.jimin adalah keluarga terpandang bisa saja jimin sudah mendapatkan pengganti jungkook untuk anaknya.

"hah...."
helahan nafas jungkook begitu frustasi, semakin hari juga jungkook di buat jatuh cinta diam diam pada sosok jimin.
bagaimana sewaktu itu dia melihat jimin yang menari, dan sangat dekat dengannya di satu group juga debut bersama.

jika dia bisa menahan sedikit saja semua ini tidak berakhir seperti ini, jungkook bisa menikahi jimin dan mereka akan tetap debut berdua.
tapi, juga tidak ingin berlarut larut dalam kesalahannya,dan  menyesali semua nya lagi .
jungkook akan berubah menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih berhati hati apalagi sekarang dia adalah seorang ayah walaupun mungkin dia tidak akan bertemu dengan anaknya lagi.


































2 tahun sudah berlalu....
jungkook sudah lama di bebaskan dari sel tahanan.
jungkook lebih memilih kembali ke rumah bibinya dari pada ke apartemen atau ke dorm.

tring tring...

"jungkook kamu dimana ? "

"ah, aku di rumah bibi sekarang "

"ah begitu pantas saja aku tidak menemukanmu di apartemen mu "

"aku lebih menyukai berada di rumah bibi saja jinhyung "

"ah begitu, jika kamu bosan jangan sungkan untuk bermain ke dorm kami semua menunggumu"

hah....
"bagaimana kabar jimin sekarang ?
dan juga sudah sebesar mana tubuhnya tumbuh "

jungkook tentu saja melewati hari hari seperti biasa.
dia akan bolak balik dari bengkelnya kerumah bibinya, jika dia di apartemen dia akan mengingat lagi kejadian di masa lalu itu.
dan jungkook , lagi lagi dia akan merasa bersalah dan membenci dirinya sendiri.












ting tong ting tong ....
suara bel terdengar di pintu apartemen milik jimin.

" oh appaaaaa "

"kau selalu berlarian jika aku datang ya anak manis "

"dia memang suka jika kamu datang karena kamu membelikan dia makanan yang banyak "
jimin tersenyum lembut .

"bagaimana denganmu ? apa kamu suka jika aku datang seperti daehyun?"

"apa apaan tentu saja aku juga suka jika kamu datang ! "

"benarkah ? ayo daehyun kita akan makan aku sudah membawa kan kamu naget kesukaan mu "

"yeyyyyy "

daehyun berlarian ke ruang tamu, dia yang akhir akhir ini menemani jimin dan mengurus daehyun .

"jimin ah ayo kita berjalan jalan kamu terlalu sibuk dengan skripsi mu "

"memang benar aku terlau sibuk , kalau begitu apa tidak akan merepotkanmu ? "

"tidak sama sekali aku malah suka di repotkan oleh pria cantik seperti mu "
dia mencium pipi jimin lembut.

"ais kau memang menyebalkan "

"ayo aku akan menunggu kamu menyiapkan barang barang milik daehyun "
satu harian ini jimin berjalan jalan dengan daehyun dan seseorang yang selalu kembali menjaga nya lagi.

"kamu ingin makan apa ? "

"aku tidak ingin makan appa, bisakah aku bermain main terlebih dahulu? bolehkan eomma ? "

Unnormal man Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang