Why- Haruto

485 27 15
                                        

Typo
Short chap
Harsh word
--------------------




" Haru!"

" Hey! Kok kamu gitu sih!"

Si manis menghela nafas kasar terhadap sikap kekasih brondongnya yang sedang cuek.

" Yaudah aku mau ke depan dulu. Kamu juga jangan lama lama dikamar entar maag kamu kambuh lagi." Ucapnya pasrah lalu meninggalkan haruto yang berada di dalam kamar.













--------------

Treasure lagi nonton bareng di ruang tamu hotel mereka. Namun tidak biasanya pasangan yang bucin tidak tau tempat itu saling diam-diaman. Maka Jihoon menyenggol sedikit bahu Junkyu untuk berbisik.

" Ada apa lo sama haruto? Kok diem dieman? Itu tuh matanya kayak mau terkam orang loh."

" Gue juga gatau jihoon. Sejak meeting yang tentang konser di Jepang itu haruto langsung cuekin gue." Balas junkyu berbisik.

" Emang punya kaitan sama konser di Jepang?"

" Ya gue kagak tauu jihoon." Rengek junkyu kesal.

" Bertabah ya My kyu." Jihoon menepuk-nepuk bahu Junkyu.


--------------

D-day sudah tiba. Hari mereka mengadakan konser di Saitama. Dan disitulah kekasih brondongnya membuat kejutan yang bikin junkyu ketar ketir.

Sewaktu lagu going crazy diputar Haruto mendekatkan bibirnya dengan pipi junkyu seakan mahu mencium. Dan aksi itu sepenuhnya terekam di screen besar.

' Sial sekali, lo cuekin gue terus lo nyosor nyosor kek gini di konser tai lah' batin junkyu berteriak.

" Oasu ini bocah" hyunsuk mengurut dada sabar.

" Elahh bang jangan nyosor nyosor gitu kek." Nah ini junghwan.

" Woi to, kagak tau tempat lo anjir!!"

Dan bermacam lagi umpatan para member yang menyaksikan aksi haruto itu. Seperti gatau aja pas ini pastu langsung trending itu bocah berdua.

" Plis mau resign aja gue jadi leader. Kalo gue dipanggil ke lantai 7, gue tandaian kalian ya duo bucin!" Bisik jihoon ke junkyu.

Junkyu hanya mampu tersenyum pasrah.












Selesai konser treasure menuju ke backstage termasuk Junkyu dan haruto di sebelahnya. Yep, masih diem-dieman cuma haruto dikit nempel.

Tidak semena-mena seorang yang familiar bagi junkyu tiba-tiba datang memeluknya erat.

" Kyukyu!! Gue kangennn!!" Pekiknya sambil mengeratkan pelukan.

" Kyu kyu?" Haruto memandang tajam interaksi sepasang sahabat lama itu.

Junkyu membulatkan mata kaget.

" Noa?!! Lo nonton juga!!" Ragu-ragu junkyu membalas pelukan Noa. Demi menjaga hati sahabat lamanya itu.

" Iyalah! Gue kangen banget tau sama lo! Sama jihoon juga sama semua orang pokoknya. Jihoon tau kok gue nonton cuma gue larang ngasih tau ke lo, karena gue mau bikin suprise. Senang gak?" Noa berbicara dengan wajah yang teruja.

" Hehe iya. K-kangen kok." Balas Junkyu kaku. Takut dengan tatapan haruto yang seperti siap mencakar wajah Noa.

" Ayo jalan, gue udah lama mau bawa lo keliling Jepang sekalian kita d-"

" LO JALAN SAMA GUE AJA!" Kata kata Noa dipotong oleh Jihoon.

" Ha?" Kini perhatian Noa beralih ke jihoon yang tiba tiba teriak.

" Itu, yaa pokoknya gue mau keliling Jepang juga jadi lo harus guide gue."

" Boleh, sekalian sama junkyu-"

" GA!"

Noa mengangkat kening tidak mengerti.

" Gabisa maksudnya, junkyu bilang dia ada urusan nanti malem jadi lo sama gue aja. Ya kan kyu?" Jihoon membuat gesture supaya pergi dahulu kepada Junkyu.

" Iyaa, gue lupa gue ada urusan pokoknya lo jalan dulu ya sama jihoon? Nanti kapan kapan kita jalan bareng ya? Bye!"

Junkyu menarik lengan haruto dan beredar dari backstage ke satu bilik menunggu.

" Kenapa narik aku kesini? Takut bocor ke 'temen' kamu yang kita pacaran? Apa salahnya kita di ruangan yang sama?" Tukas haruto bertubi-tubi.

" Aku yang sepatutnya nanya kamu ruto, ngapain kamu cuekin aku? Sampe di konsert kamu bikin aksi yang kek gitu, bahaya ruto. Getahnya bisa sampe jihoon sama hyunsuk hyung." Jawab junkyu lagi.

" Kenapa? Kamu ga senang? Oh kamu takut temen kamu itu kecewa kamu udah pacaran? Aku ga ngapa ngapain, cuma liatin wajah kamu emang salah?" Balas haruto ga kalah emosi.

Junkyu akhirnya mengalah. Bertekak sama haruto cuma akan mengeruhkan keadaan. Jadi selaku yang lebih tua dia harus mengawal keadaan.

Kedua tangan haruto ditarik lalu diusap pelan.

" Ga gitu haru, oke aku minta maaf tersulut emosi. Aku cuma gamau kita lagi-lagi bikin leader kelimpungan. Kamu tau kan kali ini kalo kita trending lagi bisa bikin bahaya. Bukan kepada kita aja tapi juga untuk group. Aku ga masalah kamu mau afeksi, tapi ayo lakukan di belakang stage aja ya?" Wajah haruto diusap sayang oleh Junkyu untuk menenangkannya daripada marah.

Haruto menunduk sambil menghela nafas pelan.

" Aku juga minta maaf. Aku sedikit emosi liat Noa. Aku jauh jauh udah tahu yang Noa hyung akan datang. Aku tau sedeket apa kamu sama dia melalui cerita jihoon hyung. Bahkan aku juga tau yang Noa akan datang di konser. Makanya aku cuekin kamu. Aku kesel." Bebel haruto dengan nada merajuk.

Junkyu yang gemes langsung cubit pelan pipi yang lebih muda.

" Astaga kamu cemburu ya sama noa? Kamu cuekin aku gara gara Noa mau datang ke konser?"

" Huum, maaf. Aku kekanakan banget ya?"

" Nggak, valid kok. Wajar kamu cemburu, kan aku pacar kamu. Cuma jangan lakukan perkara begitu lagi ya. Aku gamau leader kita susah nantinya. Janji ya?" Junkyu menyodor jari kelingkingnya.

" Iya, janji." Haruto menyambut jari kelingking junkyu lalu bibir si manis disambar.

" Hampphh~" junkyu berusaha mengimbangi cumbuan yang menuntut dari si pacar.

" H-haru mphhh~..udah." dengan sekuat tenaga bibirnya berjaya lepas dari bibir haruto.

" Hehe manis" jari haruto mengusap sisa saliva yang entah punya siapa di hujung bibir junkyu.

" Ih, kalo ketahuan aku cubit kamu ya!"

End

Hehe ini lepas liat di posting Noa datang ke konser treasure di Jepang. Demen yang manis manis sih sekarang


















My Junkyu Stories to obsess over. Discover now