chapter 5

19.1K 690 3
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

A

salamualaikum semua, sebelum baca jangan lupa follow ya, terus jangan lupa vote juga, Terima kasi

Happy Reading...


"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkan nya"

(Gus raihan al ghifari)

(Gus raihan al ghifari)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah revisi

"HAI, nama aku riri saquella reydr, biasa di panggil riri"

Kata riri dengan heboh dan mengulur kan tangan nya ke arah humairah, dengan berat hati humairah menyambut tangan itu.

"Asalamualaikum nama saya Sinta ramayanti,biasa di panggil sinta"

"Haii, nama aku Hanuna aulia Abraham, dan ini kembaran aku hanina Abraham"

Humaira menatap mereka dengan wajah datar,sebenarnya humaira sangat tidak suka basa basi, dan dia jarang bisa akrab dengan orang yang baru dia kenal, tapi dengan terpaksa humaira memperkenalkan dirinya

"Nama gue syafirah queenbey humairah archer, biasa di panggil humairah "

"MasyaAllah nama kamu bagus banget, kamu juga cantik"Kata Sinta si gadis polos dan lemot itu.

"Ayoo humairah duduk di sini kita cerita cerita, eh iya alasan kamu pindah ke pondok pesantren ini kenapa ra, eh maaf tapi boleh ngak aku panggil kamu ra aja, lucu soalnya panggilan itu,nama kamu juga panjang banget''

Kata riri dengan cengiran dan permen di dalam mulut nya.

"Terserah" ucap humaira singkat.

"Cerita dong humairah gimana cerita kamu di jakarta terus bisa pindah ke sini, anggap aja kita ini udah kenal lama dan anggap kita ini sahabat kamu sendiri"
Ucap nuna antusias, walaupun baru mengenal humaira tapi dia sudah bersikap seperti merek sudah lama berteman.

Humaira memutar bola matanya malas, sebenarnya dia terheran dengan mereka semua, padahal mereka baru berkenalan tapi kenapa mereka sangat menjadi sok akrab seperti ini dengannya.

"Iya gue akan cerita, jadi gini...... "

Saat beberapa saat, humairah bercerita tentang perjalanan hidupnya dan, kenapa dia bisa di pindahkan orang tua nya ke pondok pesantren ini.

"Jadi begitu cerita nya kenapa gue bisa di pindahkan orang tua gue ke sini"

Lalu mereka berempat ber oh ria.

Di balik seribu jendela(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang