#FYI
Cerita ini aku upload jg di Quartelfull sebagai uji coba, dengan merubah nama karakter. Jika mau mampir, silahkan download Quartelfull dan cari dengan judul yang sama, atau cari nama pena "Boemi"
Dan disana akan aku update sampai tamat
____
San...
Naphat Chirativat. Merupakan seseorang yang berpengaruh di kota Bangkok. Dia merupakan pengusaha kaya raya dengan berbagai jenis usaha yang tak pernah memberikan kerugian. Kontruksi, minyak bumi, bahkan di bidang kecantikan. Kekayaan Chirativat tak terbatas, begitupula dengan kekuasaannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Naphat Chirativat merupakan salah satu orang paling beruntung yang ada di Thailand, karena usahanya tak pernah mengalami masalah yang berarti.
Namun, orang-orang mengatakan. Khun Chirativat tetap memiliki ketidakberuntungan. Tak tanggung-tanggung, dia bahkan menampung tiga ketidakberuntungan sekaligus. Yah, Khun Chirativat tidak beruntung dalam keluarga, terkhusus anak-anaknya. Khun Chirativat memiliki tiga anak, yang dijuluki Tiga Batu Ketidakberuntungan.
Batu Ketidakberuntungan yang pertama adalah View Chirativat. Anak perempuan pertama dan satu-satunya di keluarga tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
View sebenarnya sangat pintar. Dia juga sangat membantu Khun Chirativat dalam mengelola perusahaan. Namun, ketidakberuntunganya adalah dia punya sifat buruk yang membuat semua orang menghindarinya. View Chirativat merupakan wanita dengan mulut kejam, sombong, dan sangat tidak masuk akal. Dia membuat sekretaris perusahaan harus berulangkali ke kantor polisi karena begitu banyaknya pengaduan tentang mulut View yang tajam.
Batu Ketidakberuntungan yang kedua. Saint Chirativat. Orang-orang mengatakan Saint adalah yang paling tenang di keluarga Chirativat. namun, ketenangannya itulah yang membuat Khun Chirativat menjadi tak beruntung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.