Q : Menurut kakak Idolah untuk di jadikan panutan anak mudah zaman sekarang itu contoh bagaimana ya? soalnya suka bingung suka ini eh trus menyiampang dari apa yang dia sampaikan selama ini.
A : Kita masih punya akal sehat dan berpikir baik buruknya atas apa yang kita lihat dan rasakan, apa yang baik kita ambil dan apa yang buruk kita tinggalkan.
Jangan lihat orang yang menyampaikan tapi lihat apa yang dia sampaikan.
Manusia itu tempatnya salah, di genangi oleh banyak dosa yang tak terhitung bayaknya. Jadi kekhilafan, kata kata yang keluar dari mulut seseorang siapapun dia baik dari toko toko agama, politik, artis dan orang orang besar lainya jangan cepat kita telan secara mentah-mentah.
Ngakunya anak zaman sekarang tapi pikiran masi kaya zaman nenek moyang.
Jangan sampe kita menyesal kelak ketika berhadapan dengan Allah atas apa yang kita perbuat di dunia. Dan lagi jangan pernah berharap dengan manusia selain Sang Pencipta.
Jangan terlalu sayang dan terlalu di bangga banggakan, sifat manusia sering kali berubah-ubah, jadi sukai saja dengan sewajarnya dengan porsi semestinya jangan terlalu anarkis membela idolah hingga caci maki sana sini di kolom sosial media.
Sebaik baiknya idola dari masa kemasa itu cuma baginda Rasulullah sebagai panutan untuk anak zaman mudah sekarang baik dulu maupun sekarang. Beliau yang kan akan membawa kita ke pada kebaikan dunia dan akhirat yang kekal selamanya.
And then dapat bonus safaat dari sisi baginda Rasullulah lagi kalau kita mengidolakan beliau, rindu dengan beliau, bersholawat untuk beliau, nah siapa yang enggak tertarik hehe.
***
Semoga membantu ya :)
.
.
.
.
A/N
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruang Tanya?
Non-Fiction[Q & A] "Tanyakan saja masalah apa yang sedang mengusikmu kini?" "Teruntuk kamu yang bertanya akan di jawab di sini!" Note : Setiap sudut pandang orang berbeda-beda jadi di sini aku berpendapat menurut kaca mataku. Dan tentu di bantu dari beberapa s...
