37

15.4K 1.4K 19
                                    

1 bulan kemudian





Sudah sebulan berlalu sejak keanehan yang terjadi pada Jaehyun dan selama itu pula sosok itu tak hentinya membuat seluruh kerajaan resah. Ia bahkan tak segan menghukum siapapun yang menentang ucapannya.


Hari ini istana baru menggelar hukuman pancung bagi seorang pelayan yang tak sengaja menumpahkan teh ke pakaian Jaehyun.


Kejam sekali bukan?


Sementara Taeyong terus berjuang mengembalikan suaminya, selama itu pula siksaan Jaehyun semakin kejam.


Jaehyun selalu melakukan kekerasan fisik pada Taeyong lantaran si omega manis kerap kali menolak keinginannya. Terutama untuk berhubungan intim, dengan alasan kandungan lemah, Taeyong selalu berhasil menghindari sentuhan Jaehyun.


Karena baginya, saat ini sosok itu bukanlah suaminya. Sosok itu hanyalah seorang iblis yang memanfaatkan tubuh sang suami


Maka dari itu dengan sekuat tenaga Taeyong menolak sentuhan Jaehyun.


Tapi ada satu hal yang aneh, tiap kali Jaehyun berniat menyakiti perut Taeyong lantaran menolaknya, dia tiba-tiba merasakan kepanasan. Baru akan menyentuh perut Taeyong saja tangannya seperti terbakar dan tersengat listrik disaat bersamaan.


Semenjak itu pula Jaehyun tidak mau terlalu dekat dengan Taeyong sekalipun beberapa kali ia harus menahan hasrat melihat tubuh seksi omega itu.


Taeyong jadi berpikir, mungkin janinnya juga tahu jika sosok itu bukan murni ayahnya, makanya ia menolak sentuhan Jaehyun yang ini.


"Bubu!"


Taeyong yang baru kembali dari halaman eksekusi pelayan tadi itu menoleh ketika sebuah panggilan familiar terdengar ditelinganya.


"Mark? Kenapa sayang?"


Mark menatap wajah bubunya yang terlihat pucat dengan beberapa luka di tangan dan lehernya. Tak lupa juga bibirnya yang memerah bekas berdarah. Anak itu tersenyum dan segera memeluk bubunya.


"Maaf, harusnya Mark bisa melindungi bubu dan adik bayi" 

Taeyong membalas pelukannya dan mengusap lembut rambut Mark, menggeleng beberapa kali lalu mengecup sekilas puncak kepala anaknya.


"Tak apa, kita hanya harus sabar kan? Bubu yakin ayah pasti bisa kembali"

Mark mendongak, tersenyum tampan kemudian menunduk lagi, mengusap lembut perut bubunya yang sudah lebih membuncit. Usia kandungannya sudah menginjak bulan keempat.

"Adik, tenang saja. Sebentar lagi kita bisa membalas semua ini"


Taeyong menatap bingung. "Apa maksudmu Mark? Kita bisa membalas semua ini? Apa kau punya rencana?"


Mark mengangguk, ia melirik kedua adiknya yang baru datang dengan wajah penuh senyuman.


"Eh? Ada apa dengan kalian?"


Sweet Caramel [ JAEYONG ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang