33 ✍️

4.1K 320 19
                                        

Di detik berikutnya, tangisan pilu Panji memenuhi atmosfer ruangan itu. Ayah yang gagah itu pada akhirnya tak kuasa menahan tangis. Biarlah, semua ia tumpahkan. Sedih, sesal, marah serta kecewa pada diri sendiri. Tumpah ruah dalam wujud air mata. 

.

Degup jantung Panji semakin menyakitkan. Udara dingin di ruangan itu seakan semakin menusuk permukaan kulitnya. Jemari di kedua tangannya saling bertaut di depan dada dengan gemetar. Bahkan lelaki itu tidak sanggup berdiri tegap karena kedua kakinya terasa lemas. 

*** 

Part lengkap aku bawa ke Karyakarsa. Selamat membaca disana ya..

Part ini lebih panjang dari pada yang versi wattpad dulu

Part ini lebih panjang dari pada yang versi wattpad dulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

13 Februari 2023

Pindah ke Karyakarsa : 21 Februari 2025

Fixing the Broken ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang