Kamu adalah Samudra. Yang tenangnya adalah tipuan. Menutupi segala gemuruh lara di dalam sana.
Mereka bilang, menatapmu hanya akan membawa kembali perih yang memang tak pernah hilang.
Hadirmu tak di inginkan. Namun, hilangmu menjadi luka yang tak...
Di detik berikutnya, tangisan pilu Panji memenuhi atmosfer ruangan itu. Ayah yang gagah itu pada akhirnya tak kuasa menahan tangis. Biarlah, semua ia tumpahkan. Sedih, sesal, marah serta kecewa pada diri sendiri. Tumpah ruah dalam wujud air mata.
.
Degup jantung Panji semakin menyakitkan. Udara dingin di ruangan itu seakan semakin menusuk permukaan kulitnya. Jemari di kedua tangannya saling bertaut di depan dada dengan gemetar. Bahkan lelaki itu tidak sanggup berdiri tegap karena kedua kakinya terasa lemas.
***
Part lengkap aku bawa ke Karyakarsa. Selamat membaca disana ya..
Part ini lebih panjang dari pada yang versi wattpad dulu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.