34 ✍️

3.7K 299 37
                                        

"Ar, jangan nangis di sini. Kasihan Samudra kalau air mata kamu jatuh di sini." Usapan pelan terasa di pundak kiri Arnesh. Panji menarik tubuh lemah putra sulungnya ke dalam dekapan untuk kesekian kalinya.

"Tinggal kita berdua di sini. Masih belum mau pulang, hm?" Panji bertanya dengan suara yang ia buat setenang mungkin. Meski dadanya sendiri terasa sesak bukan main. Telapak tangannya masih setia mengusap punggung sang putra.

"Aku nggak tega ninggalin dia sendiri, Yah. Selama ini Mudra selalu pengen deket sama aku. Aku pengen nemenin Mudra terus." Arnesh menjawab dengan suara seraknya. Ia menumpukan dagunya di pundak sang Ayah. 

*** 

Part Lengkap aku bawa ke Karyakarsa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Part Lengkap aku bawa ke Karyakarsa. Selamat membaca disana ya..

 Selamat membaca disana ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

4 Maret 2023

Pindah ke Karyakarsa : 22 Februari 2025

Fixing the Broken ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang