1. Bertemu

12.1K 142 3
                                        

Don't forget to follow

***

Pagi yang cerah, matahari terbit perlahan, menyambut hari dan menggantikan malam. Kini,   sang nahkoda malam di atas pelana besi, pemimpin geng Lion tampak santai memilih camilan di lorong supermarket, seakan dunia tak mengenalnya di balik hodie hitam itu.

"Mata lo ngangur apa gimana, gak liat?" Bentak si gadis dengan nada ketus, matanya menatap tajam ke arah Aiden yang tak sengaja menabrak lengannya hingga barang-barangnya terjatuh.

"Oh? Gue gak liat" kata Aiden dengan tenang dan membungkuk untuk mengambil barang-barang gadis itu. "Selesaikan? Lain kali nggak usah sewot"

"Oiii! Minimal minta maaf, main kabur aja"

Acuh tak acuh, baginya menolong untuk mengambil barang-barangnya sudah cukup untuk menyimpulkan kata 'maaf'.


Serasa belanjaan sudah selesai, ia berjalan menuju ke arah kasir untuk melakukan pembayaran.

"Baik untuk total belanjaanya 200.000. Mau di bayar bagaimana?" Kata petugas kasir.

"Mampus dompet gue mana!" Batin gadis itu dengan rasa panik yang mencari dompet uang di dalam tas.

"Hahaha, kalau nggak punya uang ya gak usah belanja" sindir Aiden "ini mba, pakai uang saya sekalian totalkan pembelanjaan ini" lanjutnya sambil memberikan sebuah kartu.

"Baik kak, mohon ditunggu"

"Dah selesai kan urusan lo? Kenapa di sini" kata Aiden tanpa melihat gadis di sebelahnya.

"Idih sok banget lo! Mana nomor ponsel lo, gue bakal ganti"

"0 berapa ya? Segitunya biar dapat nomor gue?" Canda Aiden. "Gak usah ganti rugi, ini tanda permintaan maaf" sambungnya.

"Permisi kak, ini sudah selesai" potong petugas kasir.

Aiden segera meraih belanjaannya dan melangkah cepat menuju parkiran. Tanpa banyak basa-basi, ia menyalakan motornya dan melaju menuju markas. Markas Lion tampak ramai seperti biasa. Dentuman musik dari DJ menggema keras, cukup nyaring hingga terdengar sampai luar.

Begitu tiba, Aiden sudah berada di halaman. Dengan langkah santai dan pandangan tajam, ia berjalan memasuki ruang utama markas gengnya.

" Oi oi oi, ketua datang" kata Alex sambil mengecilkan suara musik saat menyadari pemimpin mereka datang.

"Lesu banget bro hari ini? Kurang gizi dari mamih, hahaha" ucap Rafael dengan senyuman lebar.

"Stress!" Sahut Aiden dengan ketus. "Oh iya, gue tadi beli camilan, ambil aja di kursi depan tuh" tunjuknya sambil mengambil sebatang rokok.

Drettdret

Getaran telepon memotong aktivitas mereka. Alex refleks merogoh saku dan melihat layar ponselnya, nama Sakra terpampang jelas. Ketua geng Dragon sekaligus musuh bebuyutan geng Lion. Tanpa pikir panjang, Alex langsung mengangkatnya.

"Gue tunggu jam 10 malam di gang Melati. Bawa ketua lo ke sini." Nada suara Sakra datar tapi menantang. Tanpa basa-basi, tanpa salam, dan langsung to the point. Belum sempat Alex merespons, telepon sudah diputus sepihak dari Sakra.

AIDEN ALEXANDER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang