4. Taman

3.1K 50 0
                                        

Malam digantikan dengan pagi yang sudah terang. Sekarang Aiden baru saja membersihkan tubuhnya dan menyalakan ponselnya untuk mengajak Tasya keluar malam ini.

Aiden tidak membuka pesannya, hanya membaca dari notifikasi yang ia dapat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aiden tidak membuka pesannya, hanya membaca dari notifikasi yang ia dapat.

"That's okay," yang penting ia sudah berusaha, semoga saja Tasya free saja.

Sedangkan di rumah Tasya, ia menatap dengan tatapan tajam ke arah Tio yang kebetulan sedang berkunjung di rumahnya.

"Apa lihat-lihat?" kata Tio dengan sinis.

"Kenapa kasih kontak gue ke Aiden?" tanya Tasya.

"Aiden sering baik ke lo, jadi gue kasih aja," jawabnya. "Toh gak ada ruginya," lanjutnya sambil menyalahkan televisi.

"Minimal ngomong dulu."

Setelah mengucapkan seperti itu, Tasya memilih berjalan ke arah dapur dengan rasa kesal. Seenaknya saja memberikan nomor orang lain tanpa izin dulu.

"Tunggu Sya, ada yang mau gue omongin," ucap Tio sebelum Tasya memasuki ruangan dapur.

"Apa mau minta maaf kah?" sahut Tasya dengan nada sewot.

"Bos gue suka sama lo."

Tak ada badai dan hujan, tiba-tiba saja Tio berbicara seperti itu. Tapi tunggu, maksudnya Aiden yang dibicarakan oleh Tio?

"Apa? Siapa bos lo?"

"Ya Aiden lah siapa lagi, dia ketua geng Lion dan sekarang dia suka sama lo, Tasya."

"Ngaco! Gue aja baru 2 hari ketemu."

"Tidak apa-apa kali, kan namanya jatuh cinta gak ada yang tahu."

"Yakan gak gitu. Tapi tadi dia ajak jalan-jalan sih, tolak atau terima aja?"

"Ya terimalah, bego lo!"

"Ya terimalah, bego lo!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AIDEN ALEXANDER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang