JANGAN LUPA BUAT TANDAIN SETIAP PARAGRAF 💬 DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE ☆!
[CHAPTER 52 : Pengantin Baru]
Suara azan shubuh membangunkan aiden yang tertidur lelap. Terbangun dari mimpinya, pertama kali dari penglihatannya adalah sosok gadis eh bukan wanitanya terlelap. Ia langsung mencium kening tasya, dan mengelus elus pipinya.
"Bee bangun yuk" ucap aiden membangunkan tasya untuk sholat shubuh berjamaah.
"Eumgh" renguhan tasya kas bangunnya.
"Ayo bangun" ucap aiden lagi dengan kesabaran karena tasya masih saja betah dalam tidurnya.
Aiden langsung mendudukan tasya agar terbangun dan caranya langsung manjur. Membuat tasya terbangun dari tidurnya yang membuka matanya lebar karena kaget mendadak langsung tidur.
"Mandi nggih, habis itu sholat berjamaah" ucap aiden sambil mencium pipi tasya kanan kiri.
Tasya langsung berjalan lesu menuju kamar mandi dengan sedikit nyeri di bagiannnya. Ia membersihkan tubuhnya dan tak lupa keramas. Selesai mandi, ia berpakaian dan mengambil air wudhu dan berjalan kembali menuju ranjang.
"Udah, sekarang giliran kamu al" ucap tasya di depan aiden sambil tersenyum.
"Iya bee" sahut aiden.
"Istt aku udah wudhu gak boleh cium!" peringat tasya ketika aiden ingin menciumnya.
Aiden hanya menganguk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengambil air wudhu. Selesainya, aiden keluar dan sudah melihat tasya yang memakai mukena berwarna abu tua.
Aiden langsung mengambil pecinya dan langsung mengimami istrinya itu.
"Allahu akbar" ucap merdu aiden memulai takbiratul ikram.
Tasya menirukan aiden setiap rakaat. Selesai melaksanakan sholat, aiden memimpin berdoa dan tasya mengaminkan doa aiden yang di lantunkan.
"Amin" ucap tasya dan langsung mencium punggung tangan aiden.
"Bee sini" sahut aiden dan menepuk pahanya untuk di buat bantal oleh istrinya itu.
Tasya yang mengerti maksud aiden, langsung tiduran dan menjadikan paha aiden sebagai bantal. Aiden mengelus elus pucuk tasya dengan penuh kasih sayang dan perhatian.
"Bee aku mau ngomong" ucapnya sambil menatap manik mata tasya.
"Apa?" sahut tasya dan mendongak menatap wajah aiden.
"Nanti kita pindah di apartemenku ya"
"Loh ke apartemen?"
"Iya, sementara kita tinggal di sana sampai rumah kita jadi"
"Ngak papa, tapi sejak kapan ada rumah kita?"
"Rumahku juga rumahmu bee" ucapnya sambil mencubit hidung tasya.
Tasya hanya tersenyum lebar, dan menutupkan matanya agar bisa tertidur lagi. Tasya sangat mengantuk karena tadi malam ia tidur larut malam karena, ehem! Ia sangat malu jika mengingat kejadian tadi malam.
Refleks ia langsung mengelus perutnya yang datar dan berharap semoga cepat terisi seperti apa maunya aiden.
"Kalau tidur di kasur bee, jangan disini nanti dingin" ucap aiden.
"Gendong" sahut tasya sambil mode manjanya.
Aiden langsung mencium pipi tasya dan melepaskan mukena yang di pakai tasya dan mengendong ala bridal Stye ke kasur.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIDEN ALEXANDER
Fiksi Remaja|| 𝕊𝕖𝕝𝕖𝕤𝕒𝕚 Aiden Alexander, pemimpin "Lion", dikenal dengan tatapan tajam dan aura yang mengintimidasi. Jalanan adalah dunianya, dan tawuran adalah kebiasaan . Namun, di balik topeng tajamnya, Ia jatuh cinta pada seorang gadis, seorang yang i...
