Waktu berlalu sangat cepat, sekarang mereka sudah selesai dari kampusnya. Aiden awalnya ingin pulang, tetapi ia urungkan niatnya. Aiden merasa ingin menemui Tasya, karena belakangan ini ia tak bertemu dengannya.
"Mau kemana lo Al?" tanya Alex.
"Kalian duluan aja, gue mau ketemu sama Tasya," jawab Aiden sambil melajukan motor dengan kecepatan tinggi.
"Dih, kumat lagi tuh Bos kita, kalau soal Tasya aja nomor satu," ucap Alga setelah kepergian Aiden.
"Maklumlah, kan dia pacarnya. Gue juga gitu kali," sahut Alex sambil mengangkat bahunya.
Sekarang Aiden sudah berada di depan gerbang sekolah Tasya. Ia menunggu cukup lama dan akhirnya Tasya keluar dari gerbang sambil memegang tali tasnya.
"Bee," teriak Aiden, dan Tasya langsung menoleh ketika mendengar suara familiar.
Bukan hanya Tasya yang menoleh, tetapi semua siswa yang berada di depan gerbang juga ikut menoleh. Mereka langsung berteriak histeris melihat ketampanan ketua geng Lion yang terkenal itu.
"Kok nggak chat dulu sih? Pake manggil Bee, tuh kan semua orang liat kita," ucap Tasya menghampiri Aiden dengan pipi yang menggembung.
"Ya gak papa lah Bee," sahut Aiden sambil mencubit pipi Tasya yang menurutnya sangat lucu dan gemas.
"Ihh, Al aku tuh di sekolah masih stay privat hubungan kita. Malah kamu panggil aku Bee, kebongkarkan," protes Tasya.
"Biar pria lain bisa dekat sama kamu, hem?" goda Aiden.
"Ishh gak!" jawab Tasya kesal.
Cup...
Cup...
Aiden langsung mencium pipi Tasya kanan kiri membuat Tasya risih dan menahan malu.
"Al! Malu tau, tuh diliat banyak orang," protes Tasya.
"Biarin," jawab Aiden santai.
"Aku mau pulang Al! Sekarang!" desak Tasya.
"Iya sayangku sini naik," jawab Aiden sambil tersenyum.
Aiden langsung menarik tangan Tasya untuk melingkar di pinggangnya dan melajukan motor menuju rumah Tasya.
"Gak mampir dulu Al?" tanya Tasya setelah sampai di rumahnya.
"Emm, gak aja deh. Cium dulu dong," jawab Aiden sambil menunjuk pipinya.
"Eh, eh belum sah kalian, gak boleh cium-cium," ucap Nida, Mama Tasya dari arah pintu tiba-tiba.
"Oh Tante," sahut Aiden sambil bersalaman. "Gak Tan, Al sih mau tunangan sama Tasya, kalau udah lulus Tasyanya nanti," lanjut Aiden sambil melihat Tasya yang pipinya sudah memerah.
"Kalau Tante sih terserah Tasya aja," jawab Nida.
"Baiklah kalau begitu Tan, saya akan membicarakan tentang ini kepada orang tua saya," ucap Aiden.
"Iya Nak Al," jawab Nida.
"Tapi m-" Tasya hendak protes, tetapi dipotong oleh Aiden.
"Mama kamu aja ngerestuin, masa kamu tolak sih Bee," potong Aiden sambil tersenyum bahagia.
"Tapi, tap-pi kan?" protes Tasya.
"Udah lah Tasya, Nak Aiden kan niatnya baik. Nak Al mampir dulu sini," bujuk Nida.
"Maaf Tan, ini Al masih ada urusan jadi nggak mampir dulu. Permisi Tan," jawab Aiden.
"Oh gitu, ya udah hati-hati di jalan," pesan Nida.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIDEN ALEXANDER
Genç Kurgu|| 𝕊𝕖𝕝𝕖𝕤𝕒𝕚 Aiden Alexander, pemimpin "Lion", dikenal dengan tatapan tajam dan aura yang mengintimidasi. Jalanan adalah dunianya, dan tawuran adalah kebiasaan . Namun, di balik topeng tajamnya, Ia jatuh cinta pada seorang gadis, seorang yang i...
