JANGAN LUPA BUAT TANDAIN SETIAP PARAGRAF 🗨 DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE!
[CHAPTER 31 : Waktunya Gak Pas, Idiot!]
Sekarang sudah pukul 22.54 WIB, aiden beserta temannya sudah puas dengan jalan jalannya. Sekarang, aiden sedang berfokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang yang membawa tasya pulang ke rumahnya.
Rasanya ia sangat bersyukur melihat tasya yang sedang tertidur sangat pulas dan nyenyak. Senyuman lebar terukir di wajah aiden yang melihat tasya yang tertidur.
"semoga gue bisa liat wajah tidur lo tasya, sampai ajal menjemput" batin aiden sambil mengelus pucuk kepala tasya.
Membutuhkan waktu sekitar 15 menit, aiden sudah sampai di depan rumah tasya dan ternyata di depan pintu sudah ada nida yang dari tadi menunggu kepulangan sang anak perempuannya.
Aiden keluar dari mobilnya lalu berjalan mengarah pintu samping mobil. Tak tega melihat tasya yang masih tertidur, aiden menggendong tasya ala princes.
"nak al, tasya kenapa?" tanya nida yang sudah khawatir.
"gak kenapa kenapa tan, tasya lagi tidur"
"yasudah kalau begitu, nak al bawa aja ke kamar tasya"
Setelah mendapatkan izin untuk membawa tasya ke kamar. Aiden langsung melangkah ke dalam dan naik satu per satu anak tangga untuk menuju kamar tasya yang diikuti oleh nida. Sesampai di kamar tasya, aiden meletakan tasya di kasur dengan sangat hati hati.
"yasudah kalau begitu al izin pulang dulu tan dan maaf karena pulang malam" izin aiden untuk pulang ke rumahnya.
"iya, gak papa asalkan kalian baik baik saja"
"iya tan, kalau begitu aiden pamit, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Aiden langsung keluar rumah tasya dan masuk ke dalam mobilnya. Melajukan mobilnya dan meninggalkan perkarangan rumah tasya. Di sepanjang jalan hanya keheningan yang di dapatkan oleh aiden. Dan tak lama ponselnya bergetar menandakan ada pangilan dari seseorang, mengambil ponsel canggihnya aiden langsung mengangkat pangilan itu dari alex.
"apa?" tanya aiden to the ponit.
"lex tolong ke sini segera, alamat nya udah gue kirim, alpa di kroyok" jawab alex seberang sana.
Tut
Sambungan telepon terputus secara sepihak, aiden yang mengerti akan situasi langsung membuka chat dari alex dan menuju alamat yang di berikan oleh alex.
Melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, akhirnya aiden sampai di tempat yang di beri oleh alex. Disana sudah terdapat inti geng maupun anggota lion sebagian dengan musuh bebuyutan mereka yakni geng dragon!
"woi lo, kalau punya dendam ke gue hajar gue aja, gak usah bawa bawa yang lain" teriak aiden yang baru saja keluar dari mobil dan berjalan menuju di tengah tengah kerumunan.
"akhirnya lo datang juga" ucap sakra sambil tersenyum licik. Oh! Jangan lupa kan dengan kehadiran orang baru yakni si kembar dan anggotanya.
Tapi tunggu! Bentar bentar! Anggota? Ck! Ternyata yang dipikirkan oleh aiden betul sekali, secara nyatanya mereka masih mempunyai anggota yang cukup banyak sekitar 400 lebih! Pantas saja sakra masih berani menampakkan wujudnya.
"anjir lo lagi? Ah sebenarya ogah banget gue urusan sama lo lagi"
"pengecut?"
"lo kali, gue bosan menang terus. Bosen gue lihat lo selalu kalah dengan geng gue"
KAMU SEDANG MEMBACA
AIDEN ALEXANDER
Fiksi Remaja|| 𝕊𝕖𝕝𝕖𝕤𝕒𝕚 Aiden Alexander, pemimpin "Lion", dikenal dengan tatapan tajam dan aura yang mengintimidasi. Jalanan adalah dunianya, dan tawuran adalah kebiasaan . Namun, di balik topeng tajamnya, Ia jatuh cinta pada seorang gadis, seorang yang i...
